KLH-Kemdiktisaintek Perkuat PSLH untuk Dukung Kebijakan Lingkungan Daerah

FAZ • Thursday, 30 Oct 2025 - 18:56 WIB

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalin kerja sama dengan 48 perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat peran Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pengelolaan lingkungan hidup di tingkat daerah.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengatakan PSLH memiliki peran penting dalam merumuskan berbagai kebijakan dan instrumen pengendalian serta penataan lingkungan hidup di Indonesia.

"PSLH yang digagas oleh Menteri Lingkungan Hidup RI pertama, Emil Salim, telah banyak memberikan rekomendasi kebijakan yang menjadi landasan pengelolaan lingkungan nasional," kata Hanif usai acara Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Revitalisasi Pusat Studi Lingkungan Hidup di Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).

Lebih lanjut, Hanif menekankan pentingnya revitalisasi peran PSLH agar dapat memberikan dukungan nyata kepada pemerintah kabupaten dan kota dalam menghadapi tantangan lingkungan.

“Kementerian Lingkungan Hidup sangat tergantung dari rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan para expert yang ada di bawah binaan Bapak Menteri Brian,” lanjutnya.

Menurutnya, peran universitas tidak hanya terbatas pada perumusan kebijakan, tetapi juga mencakup perencanaan, evaluasi, hingga penegakan hukum terkait isu lingkungan.

“Tanpa dukungan dari ahli-ahli, maka kita tidak bisa merumuskan suatu kebijakan yang kemudian berimplikasi hukum,” jelas Hanif.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyambut baik sinergi tersebut. Ia menyebut pelibatan kampus merupakan bagian dari program Kemendiktisaintek untuk mendorong sivitas akademika berkontribusi langsung dalam penyelesaian berbagai masalah nasional, termasuk isu lingkungan hidup.

"Semoga kolaborasi ini menjadi sangat kuat, kampus kami, laboratorium-laboratorium, peneliti, itu juga sehingga mendapat bahan-bahan yang dapat digunakan untuk meneliti dan tentunya itu sangat relevan dengan kebutuhan dan sebaliknya juga dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup bisa mendapatkan kajian-kajian yang lebih dapat dipertangggunjawabkan secara akademik," ucap Brian.

Sebelumnya, KLH dan BPLH telah bekerja sama dengan 48 perguruan tinggi untuk mendukung rehabilitasi mangrove di 123 lanskap di seluruh Indonesia. 

Melalui langkah terbaru ini, lanjut Hanif, pemerintah berharap PSLH di berbagai wilayah dapat mendukung kinerja Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal) serta memperkuat pembentukan kebijakan lingkungan di tingkat kota dan kabupaten.

“Maka harapan kita membuka tabir-tabir yang tidak diperlukan di dalam rangka meningkatkan kapasitas lingkungan di tanah air kita. Semoga dengan revitalisasi PSLH yang akan dilakukan oleh Bapak Menteri Dikti Saintek akan mempercepat kemampuan kadaerah dalam membangun kapasitas tata lingkungannya,” pungkas Hanif.