Memperingati Hari Sumpah Pemuda, KOWA Dukung Inovasi Layanan Anak di PERPUSNAS

FAZ • Monday, 27 Oct 2025 - 13:31 WIB

Jakarta - Public speaking, merupakan keterampilan yang membutuhkan kemampuan literasi. “Public speaking bukan sekadar berbicara di depan khalayak, melainkan perlu didasari oleh literasi yang baik,” ujar Founder & Coach KOWA, Dyah Rachmawati Sugiyanto.

Literasi public speaking yang dikenalkan sejak dini sebagai upaya menyiapkan pemuda-pemudi generasi emas yang berkarakter mandiri, disiplin, komunikatif, dan adaptif,” sambungnya.

Dyah menggagas KOWA sebagai sebuah komunitas yang mengenalkan public speaking sejak dini. Kali ini, KOWA turut mendukung langkah Perpusnas mengembangkan kemampuan literasi dan budaya membaca, khususnya di kalangan anak-anak.

“KOWA merupakan wadah pembelajaran dan pengembangan kemampuan komunikasi lisan anak secara terarah, kreatif, dan menyenangkan. Tujuannya bukan sekadar melatih anak berani berbicara di depan orang banyak, melainkan juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan menyampaikan gagasan, serta kepekaan terhadap audiens dan konteks sosial,” ungkapnya.

“Semua hal tersebut tidak akan terwujud bila tidak dibarengi dengan kemampuan literasi dan budaya baca yang baik,” tambahnya.


Plt Kepala Pusat Jasa Informasi dan Pengelolaan Naskah Nusantara - Perpusnas, Yeri Nurita menyatakan, Perpusnas terus berupaya mengembangkan kemampuan literasi, khususnya budaya baca. Tidak hanya kepada pemustaka dewasa, upaya tersebut juga diterapkan pada segmen anak-anak.


Dalam implementasinya kali ini, Perpusnas menggandeng dua komunitas, yaitu KOWA dan Patentsea. KOWA memberikan konsultasi gratis seputar Public Speaking untuk anak-anak, sedangkan Parentsea akan memberikan layanan Psikoedukasi untuk orang tua dan anak.

“Kami menyambut baik dukungan KOWA dan berbagai komunitas lainnya, khususnya dalam mengembangkan layanan Perpusnas. KELANA kali ini terasa berbeda, karena ada inovasi di dalamnya. Biasanya KELANA kami lakukan di berbagai sekolah, kali ini di Perpusnas sendiri, di akhir pekan. Inovasi ini kiranya dapat juga direplikasi oleh Perpusda di berbagai wilayah,” bebernya.

Selain KOWA, Perpusnas juga menggandeng Parentsea, sebuah platform di bidang kesehatan mental yang mendukung perjalanan psikologis individu dan keluarga, dengan fokus utama meningkatkan fungsi keluarga melalui layanan konseling dan pendampingan psikologis.

Founder Parentsea, Pramudya Ardyagarini menyatakan bahwa Parentsea lahir dengan semangat untuk meneruskan generasi yang berkesadaran bahwa anak-anak harus tumbuh lebih baik dari pengalaman orang tuanya. Oleh karena itu, menurutnya, psikoedukasi dan literasi adalah dua sisi dari proses tumbuh.

“Melalui membaca, kita belajar memahami dunia; melalui psikoedukasi, kita belajar memahami diri,” ujarnya.