Kejagung Kembalikan Rp 13 Triliun, ART: Sejarah Dalam Penyelamatan Keuangan Negara

AKM • Monday, 20 Oct 2025 - 19:45 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah- DPD RI  Abdul Rachman Thaha

Jakarta - Kinerja Kejaksaan Agung yang dipimpin ST Burhanuddin, terus mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan berbagai elemen. 

Yang terbaru, Kejaksaan Agung menyerahkan uang sitaan Rp13 triliun dari korupsi crude plam oil (CPO) kelapa sawit kepada negara.Penyerahan berlangsung di Gedung Kejagung, Jakarta, Senin (20/10) dan disaksikan Presiden Prabowo Subiant, 

Anggota Dewan Perwakilan Daerah- DPD RI  Abdul Rachman Thaha menyatakan bangga dengan Kejagung yang terdepan dalam memberantas korupsi di negeri ini. 

"Saya apresiasi kinerja Jaksa Agung, ST Burhanuddin. Ini sejarah dalam penyelamatan keuangan negara," kata Abdul Rachman Thaha atau ART dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (20/10/2024). 

Kejagung, sebutnya, saat ini telah menjadi harapan rakyat Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Hal ini telah didambakan rakyat Indonesia jauh hari sebelum ST Burhanuddin memimpin korps Adhyaksa itu. 

"Ini demi kepentingan bangsa dan negara, tujuan utamanya adalah demi rakyat. Salut dengan Kejagung dan jajarannya," tegas  ART yang juga Tokoh Muda Nasional itu. 

ART Senator Dapil Sulawesi Tengah ini mengimbau rakyat Indonesia di mana pun berada, untuk mendukung penuh upaya Kejagung dalam penegakkan hukum, terutama dalam pemberantasan korupsi. Upaya-upaya pihak lain dalam melemahkan lembaga itu dan orang-orangnya harus dicegah.

"Kunci, berada di rakyat Indonesia. Kalau kita ingin memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya, mari dukung dan support Kejagung sekarang,” imbuh ART yang juga Sekjen Laskar Meran Putih.

Apresjasi Presiden

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto hadir menyaksikan langsung proses penyerahan uang sitaan Rp13 triliun lebih di Kejagung.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyerahkan secara simbolis kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi.

"Puji syukur ke hadirat Allah SWT, hari ini kita menyaksikan penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp13,25 triliun hasil penanganan kasus korupsi fasilitas ekspor CPO," kata Prabowo.

Presiden menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jaksa Agung dan seluruh jajaran Kejaksaan Agung atas kerja keras dan keberaniannya dalam menegakkan hukum serta memberantas korupsi.

Nilai Rp13 triliun sangat besar artinya bagi rakyat. Dengan dana sebesar itu, negara bisa merenovasi lebih dari 8.000 sekolah, atau membangun 600 kampung nelayan modern, yang akan meningkatkan kesejahteraan jutaan keluarga di seluruh Indonesia.

"Kasus ini menjadi pengingat bahwa sumber daya bangsa — seperti sawit, tambang, dan hasil bumi lainnya — harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan diperdagangkan demi keserakahan segelintir orang," ujar Presiden.

"Saat rakyat kesulitan minyak goreng, justru hasil bumi kita diekspor keluar negeri. Ini tindakan yang tidak manusiawi dan merugikan bangsa," katanya menambahkan.

Negara ini, lanjutnya,masih menghadapi banyak tantangan ke depan. Seperti tambang ilegal, penyelundupan timah, dan praktik miss-invoicing yang menyebabkan kerugian negara hingga ratusan triliun. 

Karena itu, ia minta penegakan hukum harus tegas dan berkeadilan. Jangan pernah menyerah melawan kejahatan ekonomi.

"Namun saya juga mengingatkan, aparat hukum jangan mencari-cari perkara, apalagi terhadap rakyat kecil. Tegakkan hukum dengan hati nurani dan keadilan," tekan Prabowo.

Kepada para pengusaha, Prabowo meminta berbisnislah dengan jujur. Harta yang didapat dari cara haram tidak akan membawa berkah, dan pada akhirnya akan membawa penderitaan bagi diri sendiri dan keluarga.

"Mari kita bersama membangun bangsa ini dengan integritas, keadilan, dan semangat pengabdian. Negara ini akan kuat jika hukum ditegakkan dan kekayaan bangsa digunakan untuk rakyat," tandas Prabowo di depan Jaksa Agung dan sejumlah menteri kabinetnya.