
Jakarta – Timnas Indonesia diprediksi akan menghadapi laga berat saat berjumpa Irak pada pertandingan kedua grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Minggu (12/10) dini hari WIB.
Pengamat sepak bola, Abdul Haris, menilai secara statistik dan performa, Irak memang lebih diunggulkan dibandingkan skuad Garuda.
"Di atas kertas, Irak lebih kuat dibandingkan Arab Saudi yang sebelumnya sudah mengalahkan Indonesia 3-2," kata Abdul Haris dalam wawancara di program THT Petang MNC Trijaya, Jumat (10/10).
Saat ini, Singa Mesopotamia -julukan Irak- menempati posisi 58 dunia berdasarkan rilis terakhir FIFA pada 18 September 2025. Sementara Arab Saudi di peringkat 59, dan Indonesia 119.
Haris menambahkan, posisi Irak yang secara peringkat FIFA berada satu tingkat di atas Saudi, mempertegas tantangan berat yang akan dihadapi Tom Haye dan kawan-kawan.
BACA JUGA: Rizky Ridho Jadi Tembok Garuda dan MOTM
Catatan pertemuan pun tak berpihak kepada Indonesia. Dalam tiga laga terakhir melawan Irak, skuad Garuda selalu menelan kekalahan dengan selisih minimal dua gol.
“Saat kualifikasi ronde kedua, kita segrup dengan Irak. Di Basra kita kalah 1-5, lalu di Gelora Bung Karno kalah 0-2. Kemudian di Piala Asia, kita juga kalah 1-3. Jadi dari sisi rekor pertemuan, memang belum berpihak,” ujarnya.
Melihat situasi tersebut, Abdul Haris menyarankan pelatih Patrick Kluivert kembali menggunakan pakem taktik warisan Shin Tae-yong, yakni dengan formasi tiga bek.
"Apakah itu 3-4-1-2, 3-4-3, atau 3-4-2-1, yang pasti tiga bek. Saat memakai trio Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho di belakang, kita sering mencatat clean sheet," terang Abdul Haris.
Ia menilai formasi tiga bek bisa memberikan kestabilan pertahanan yang lebih baik, terutama menghadapi tim sekuat Irak yang memiliki lini serang tajam dan mobilitas tinggi.