
JAKARTA - Rizky Ridho dinobatkan sebagai man of the match dalam kemenangan tipis Timnas Indonesia atas Bahrain (1-0) pada matchday kedelapan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Bek berusia 22 tahun ini menjadi pilar krusial yang memastikan tiga poin tetap di Stadion Utama Gelora Bung Karno, meski tekanan Bahrain kerap menguji pertahanan Garuda.
Meski gol kemenangan dicetak oleh Ole Romeny di menit ke-24, Ridho lah yang menjadi penentu keseimbangan tim. Sejak terbobol, intensitas serangan Bahrain meningkat, menciptakan ancaman berulang kali. Namun, ketenangan dan kecerdasan Ridho dalam membaca permainan menjadi tameng bagi gawang Indonesia. Ia tak hanya melakukan 8 sapuan bersih, tetapi juga memotong 4 umpan kritis, membatasi Bahrain hanya dengan satu tembakan tepat sasaran.
Statistik pertandingan mencerminkan ketimpangan yang harus dihadapi Indonesia. Penguasaan bola hanya 42% berbanding 58%, dengan kedua tim sama-sama menghasilkan 7 tembakan. Namun, kedisiplinan lini belakang yang dipimpin Ridho membuat Bahrain kesulitan mengeksekusi peluang. Bahkan di menit krusial, bek Persebaya itu kerap turun tangan mengamankan situasi berbahaya dengan tackle tepat waktu.
Patrick Kluivert, pelatih Timnas Indonesia, tak ragu memberi pujian tinggi usai pertandingan.
"Rizky Ridho bermain dengan fantastis. Saya tahu dia pemain bagus, tapi malam ini performanya hebat. Saya yakin masa depannya di sepak bola akan cerah," ujarnya dalam konferensi pers.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk tetap bersaing di Grup Kualifikasi. Ridho, dengan 89% akurasi umpan dan 11 duel udara dimenangkan, tak hanya membawa pulang penghargaan individu, tetapi juga kepercayaan tim dalam menghadapi pertandingan selanjutnya.
Di tengah sorotan atas gol Romeny, performa Ridho mengingatkan bahwa sepak bola bukan hanya soal mencetak angka, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan. Ia menjadi bukti bahwa pertahanan solid bisa menjadi senjata pamungkas, bahkan di tengah tekanan lawan yang dominan.
Kini, tantangan Ridho adalah menjaga konsistensi. Jika terus bermain pada level ini, bukan tidak mungkin namanya akan menjadi perbincangan di kancah yang lebih tinggi, menjawab harapan Kluivert akan masa depannya yang cerah.
(SHA)