Mengelola Limbah Organik, Dosen Pertanian Urindo Latih Warga Budidayakan Maggot

ANP • Monday, 29 Sep 2025 - 12:49 WIB

Jakarta - Peningkatan Jumlah  sampah organik perlu  melibatkan masyarakat dalam pengolahan limbah organik tersebut. Dari Jumlah sampah nasional pada 2023 mencapai 68,5 juta ton, sampah organik berupa sisa makanan berasal dari srumah tangga dan pasar mencapai 40% -45%. Padahal sampah organik akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat bila tidak dikelola dengan baik.  

Hal tersebut mendorong  Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia (Urindo) melakukan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Pelatihan Pengolahan Limbah Organik Rumah Tangga dengan Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) kepada IRT RT 08 RW 14 Jatisampurna, Kota Bekasi”. 

“Kami berharap kegiatan tim pengabdian Fakultas Pertanian, Urindo ini dapat memotivasi IRT dan lingkungan sekitar untuk mengelola limbah organik rumah tangga dengan lebih maksimal. Jika dikembangkan maka maggot BSF ini dapat menjadi sumber pakan ternak yang bernilai tinggi secara ekonomi,” demikian diungkapkan Diungkapkan  Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia, Maria Aditia (27/9/2025),  .
 
Maria menambahkan, jika sudah berhasil melakukan budidaya di skala rumah tangga maka akan banyak tempat untuk menampung hasil panen maggot. Bahkan bisa dilakukan pengeringan untuk kemudian dijual ke masyarakat. Masyarakat perkotaan banyak yang gemar memelihara burung, ikan atau ayam untuk hiburan atau sekadar mengolah sisa makanan. Jika dikembangkan budi daya maggot ini dapat mendorong kemandirian pakan ternak dengan nilai nutrisi yang baik karena memanfaatkan limbah rumah tangga.

Sedangkan Ketua RT08 RW 014 Jatisampurna  kota Bekasi, Erik Kusdianto menyatakan, tidak hanya ibu rumah tangga namun kader di masing-masing RT dan RW perlu mendapat pengetahuan yang lengkap tentang budidaya maggot ini. Bila sidah paham mereka tidak ragu untuk memulai dengan mengolah limbah organik rumah tangga, dan pastinya ikut menjaga lingkungan.
 
“Tantangan selama ini, masih ada  keraguan untuk melakukan budidaya karena belum ada tempat untuk menampung hasil panen maggot, mengingat kawasan perumahan yang padat penduduk dan lahan yang kurang”, ungkap Erik. 

Menurut Erik, kesadaran pengelolaan limbah organik  harus dimulai dari hulu yakni pengolahan limbah skala rumah tangga. Maka pelatihan ini penting karena bisa  menjadi rintisan kegiatan.  Selama ini warga  masih menghadapi dua kendala. Satu, kemampuan IRT dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga belum optimal. Dua, banyak masyarakat belum mengetahui pengelolaan limbah organik dengan memanfaatkan larva maggot BSF yang dapat mengurai limbah dan nantinya maggot dapat dibudidayakan menjadi pakan ternak. Kegiatan yang diikuti 30 ibu rumah tangga tersebut dilaksanakan di Aula Kecamatan Jati Sampurna, Kota Bekasi (16/9/2025).

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Nomor 1068/LL3/DT.06.01/2025. Selain  Maria sebagai Ketua, pengabdian masyarakat ini juga melibatkan dosen Fakultas Pertanian Urindo lainnya yakni Suryani, Siti M. Sholihah dan mahasiswa Urindo yakni Ludi Muhdiana, Angelina Romayanti serta Adila Tsabita.