Menko AHY: Konektivitas Pelabuhan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

FAZ • Wednesday, 24 Sep 2025 - 17:58 WIB

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan, biaya logistik di Indonesia masih tinggi, terutama di kawasan timur, karena tantangan geografis negara kepulauan. 

Menurutnya, salah satu langkah strategis untuk memangkas biaya distribusi adalah melalui digitalisasi layanan pelabuhan guna memperkuat konektivitas antardaerah.

“Jika konektivitas antarwilayah semakin baik, maka akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Hal itu disampaikannya saat melepas keberangkatan Tim Jelajah Pelabuhan dan Logistik 2025 yang digagas Harian Bisnis Indonesia, Selasa (23/9). Tim tersebut akan menjelajahi berbagai titik strategis dari Sumatra hingga Papua untuk meninjau langsung kondisi pelabuhan dan sistem logistik nasional.

Menko AHY menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Ia menilai, peninjauan lapangan akan memperkaya masukan pemerintah dalam mempercepat transformasi logistik nasional.

“Kita ingin pelabuhan Indonesia semakin modern, efisien, dan mampu bersaing secara global. Masukan dari tim lapangan ini sangat penting agar kebijakan yang diambil semakin tepat sasaran,” ujar Menko AHY

Lebih lanjut, AHY mengatakan daya saing Indonesia juga ditentukan oleh efisiensi biaya logistik yang ditanggung masyarakat. Maka dari itu, Ia berharap Tim Jelajah dapat menghadirkan rekomendasi konkret bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan lain.

“Harapan saya, tim ini mampu memberikan rekomendasi yang konkret, objektif, dan aplikatif sehingga dapat menjadi bahan berharga dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing logistik nasional,” tutur AHY.

Sementara itu, Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group, Hari Adi Sukamdani, menambahkan tim akan mengunjungi sembilan pelabuhan utama, dari Pelabuhan Perawang di Riau hingga Pelabuhan Jayapura di Papua.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyajikan informasi mengenai transformasi logistik nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan Jelajah Pelabuhan dan Logistik 2025 akan mendokumentasikan berbagai aspek transformasi sektor maritim, mulai dari digitalisasi layanan, elektrifikasi peralatan, pengembangan pelabuhan ramah lingkungan, hingga integrasi dengan ekosistem pasar. Program ini juga membuka ruang diskusi tentang tantangan dan peluang logistik maritim, sekaligus memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Melalui agenda ini, pemerintah berharap lahirnya rekomendasi strategis yang dapat memperkuat narasi positif tentang digitalisasi pelabuhan dan efisiensi logistik, sekaligus menjadi masukan penting dalam perumusan kebijakan maritim nasional.