Pidato Presiden di DPR, Herman Khaeron Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Masih Realistis

AKM • Thursday, 21 May 2026 - 17:14 WIB
Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron (Istimewa)

Jakarta — Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron, menilai target pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027 di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen masih memungkinkan dicapai di tengah berbagai tantangan global yang ada saat ini.

Hal tersebut disampaikan Herman dalam keterangannya kepada media di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5). Menurutnya, optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi yang dinilai cukup positif, termasuk capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026.

“Dengan berbagai indikator yang saat ini, tentu di triwulan pertama dengan pertumbuhan ekonomi 5,6 persen ini ada optimisme bahwa 5,8 persen sampai 6,5 persen bisa dicapai,” ujar Herman.

Herman yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu mengatakan salah satu faktor yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi adalah rencana pembentukan DOMN untuk pengelolaan ekspor satu pintu terhadap sejumlah komoditas tertentu.

Menurutnya, langkah tersebut berpotensi menjadi pemicu penguatan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus mendorong aktivitas ekonomi nasional.

“Inilah yang menurut saya juga akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Herman juga menilai arah kebijakan pemerintah ke depan akan lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah program yang saat ini dijalankan pemerintah seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga sekolah rakyat.

Menurut dia, meski program-program tersebut masih menghadapi berbagai tantangan dan kritik, pelaksanaannya berpotensi memperkuat ekonomi masyarakat apabila dijalankan sesuai perencanaan.

Terkait program Koperasi Desa Merah Putih, Herman menilai keberadaan koperasi dapat menjadi penghubung antara hasil produksi masyarakat desa, seperti produk pertanian, UMKM, dan hasil nelayan dengan pasar yang lebih luas.

“Kalau kemudian ini bisa dijalankan sesuai konsepsi dan perencanaan yang telah dibuat, ini akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di daerah,” ujarnya.

Pendidikan Gratis 

Selain itu, Herman juga menyoroti kebijakan pendidikan gratis di sejumlah sekolah menengah atas yang dinilai dapat membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

Menurutnya, peningkatan ekonomi masyarakat yang dibarengi dengan penurunan beban hidup melalui intervensi pemerintah dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.

“Nah, sebagai instrumen utama dalam pertumbuhan daya beli, inilah yang menurut saya menjadi optimisme yang digambarkan Presiden,” katanya.

Meski demikian, Herman mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan eksternal yang perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian global, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga pergerakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Namun demikian, ia menilai semangat pemerintah dalam menghadirkan program pembangunan dan perluasan lapangan kerja menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

“Partai Demokrat mendukung penuh terhadap upaya Presiden untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional dan menghadirkan kesejahteraan rakyat,” tandas Herman.