Sosialisasi dan Pemanfaatan Daur Ulang Limbah Plastik Sebagai Campuran Pembuatan Paving Block di Bank Sampah Berkah Srikandi

ANP • Saturday, 13 Sep 2025 - 12:29 WIB

JAKARTA - Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) kembali menunjukkan kepeduliannya dalam pengelolaan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Kali ini, kegiatan PKM difokuskan di Bank Sampah Berkah Srikandi, Jl. Balai Rakyat 3 No.13, RT.2/RW.1, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, dengan mengangkat tema Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Paving Block.

Kegiatan PKM ini dapat terlaksana berkat hibah Bima Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui dukungan ini, tim berhasil menciptakan mesin pencacah plastik hasil modifikasi mandiri dari kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Teknik Sipil serta Teknik Mesin UKI. Mesin Pencacah Plastik yang di buat mampu menghasilkan cacahan plastik berukuran 0. 3mm – 1 cm , sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengganti pasir dalam pembuatan paving block.

Program ini dipimpin oleh Sudarno P. Tampubolon, S.T., M.Sc. dari Program Studi Teknik Sipil sebagai ketua tim. Ia dibantu oleh dosen lintas program studi, yaitu Medyawanti Pane, S.T., M.Sc. dari Teknik Mesin dan Martinus Nifotuho Fau, S.T., M.T. dari Teknik Sipil.

Tidak hanya melibatkan dosen, kegiatan ini juga mengikutsertakan mahasiswa, diantaranya Prestasi Aswinda Zebua dan Charly David Hutagalung dari Program Studi Teknik Sipil, serta Yohan Karel Kafolapada dan Zefanya Tomaluweng dari Program Studi Teknik Mesin.

Menurut Sudarno P Tampubolon, sebagai ketua Tim, ide kegiatan ini lahir saat mengunjungi Bank Sampah Berkah Srikandi. Di lokasi tersebut masih banyak botol plastik yang hanya ditumpuk dan dijual dengan harga murah sekitar Rp4.000 per kilogram.

“Kami melihat hal ini sebagai peluang besar. Jika plastik tidak hanya dijual mentah, tetapi di daur ulang (Recycle) menjadi bahan material bangunan, yang memiliki nilai jauh lebih tinggi. Selain itu, hal ini juga diharapkan mampu menekan penumpukan sampah plastik yang berpotensi membludak,” jelasnya. 

Hasil analisis Tim PkM menunjukkan bahwa paving block yang dikembangkan tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki kualitas dan mutu yang cukup baik, yang diperkirakan berada pada bata beton mutu B dengan nilai f’c (17-20) MPa dan bata beton mutu C dengan nilai f’c (12,5–20 MPa), sehingga produk ini nantinya dapat diaplikasikan di berbagai tempat, mulai dari area parkir, taman, hingga jalan lingkungan.

Selain itu pada uji perendaman, peningkatan daya serap air pada paving berbahan plastik relatif tidak signifikan, berbeda dengan paving normal yang lebih porus sehingga sangat baik untuk digunakan.

Kegiatan yang terdiri dari sosialisasi, pelatihan penggunaan mesin pencacah plastik, dan praktik pembuatan paving block berbentuk bata (brick model) dan paving block segi enam (hexagon) sangat disambut antusias oleh warga setempat. Pak Edy, sebagai Ketua RW 01, sangat mengapresiasi program ini. Ia menuturkan bahwa masyarakat mendapatkan pengetahuan baru dalam pemanfaatan sampah plastik.

“Selama ini plastik hanya dijual seadanya. Dengan sosialisasi dan pelatihan ini, warga jadi tahu bahwa plastik bisa diolah kembali menjadi produk yang punya nilai jual tinggi. Harapan kami, sampah plastik berkurang, mampu meningkatkan wirausaha di Bank Sampah dengan pelatihan dan pelatihan yang dilakukan, serta kedepannya Bank Sampah Berkah Srikandi bisa menerapkan konsep 4R: Reduce, Reuse, Recycle, dan Riset,” dengan berkolaborasi dengan pihak Akademisi, ujarnya.

Sudarno menambahkan, melalui program ini masyarakat tidak hanya diajak peduli terhadap lingkungan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kemandirian ekonomi.

“Dengan pelatihan dan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat bisa melihat peluang dari sesuatu yang tadinya dianggap sampah, menjadi bahan bernilai jual. Selain itu, dengan kegiatan PkM ini harapan kami nantinya mampu membuka Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang baru di Bank Sampah Berkah Srikandi,” pungkasnya.

Meski melalui perjalanan panjang mulai dari seleksi hibah hingga proses perancangan mesin pencacah, tim PKM UKI berhasil menyelesaikan kegiatan ini dengan baik. Program ini diharapkan menjadi titik awal bagi Bank Sampah Berkah Srikandi untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis daur ulang sampah plastik.