Menteri LH Dorong Pengadaan TPS3R Lewat Kolaborasi Koperasi Merah Putih

FAZ • Tuesday, 9 Sep 2025 - 23:14 WIB

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mendorong pengadaan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat kecamatan sebagai bagian implementasi ekonomi sirkular. 

Hanif mengatakan, program ini akan digerakkan melalui kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang memiliki akses pendanaan dari bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“TPS3R ini tempat pengelolaan sampah reduce, reuse dan recycle ini yang kira-kira ada di level kecamatan. Untuk itu maka harus dibangun sirkular ekonominya. Sehingga pendanaannya kami akan kolaborasi dengan teman-teman Koperasi Merah Putih,” kata Hanif usai peninjauan ke Greenland International Industrial Center (GIIC) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, (9/9/2025). 

Hanif menambahkan, inisiatif ini diharapkan bisa menjadi unit usaha baru bagi koperasi sekaligus mempercepat penerapan ekonomi sirkular di tingkat tapak.

Pemerintah, kata Hanif, menargetkan pembangunan 42.000 TPS3R di seluruh Indonesia hingga 2029. 

“Upaya itu berjalan bersamaan dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF), serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST),” ucapnya.

Selain itu, Hanif menuturkan, berdasarkan kajian KLH/BPLH, dibutuhkan investasi sekitar Rp300 triliun untuk mentransformasi tempat pemrosesan akhir (TPA) open dumping menjadi minimal controlled landfill atau sanitary landfill. 

Upaya ini, Menurutnya, untuk mencapai target pengelolaan sampah 100 persen pada 2029 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Selain mengurangi ketergantungan pada TPA, pemerintah juga mendorong pembangunan RDF dan PLTSa di 33 kota. Langkah ini diharapkan mengurai masalah sampah sekaligus menghadirkan nilai ekonomi melalui sirkular ekonomi.

“Sehingga sampah yang saat ini menjadi problem mudah-mudahan bisa kita urai menjadi kegiatan sebagiannya melalui sirkular ekonomi tadi,” tutur Hanif.