
Jakarta – Momentum Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan ke-80 tahun ini menjadi pengingat pentingnya peran kejaksaan dalam menjaga keuangan negara dari tangan para koruptor. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, Kejaksaan Agung begitu gencar mengungkap kasus korupsi di berbagai sektor. Langkah tegas kejaksaan tersebut, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan perang terhadap korupsi.
Sekjen Laskar Merah Putih (LMP), Abdul Rachman Thaha, komitmen pemberantasan korupsi oleh kejaksaan harus terus diperkuat. Negara harus melindungi korps Adhyaksa itu bila ada pihak-pihak sengaja menggembosi kejaksaan. Negara tak boleh kalah.
"Saya percaya kejaksaan mampu menjaga integritas dan konsistensi dalam mengawal kebocoran keuangan negara," kata ART yang juga Anggota DPD RI, di momen Harlah Kejaksaan ke-80.
ART yang juga Anggota DPD RI menjelaskan, momentum Harlah Kejaksaan Selasa (2/9/2025), komitmen kejaksaan untuk memberantas korupsi harus dijaga. Gendang pemberantasan korupsi sudah ditabuh. Bunyinya sangat nyaring. Dan kepemimpinan ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung dalam memberantas korupsi dan harus terus dipertahankan.
"Korupsi adalah kejahatan laten. Musuh kita bersama," tegas ART.
ART menambahkan perang melawan korupsi, bukan hanya tugas kejaksaan dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Kesejahteraan rakyat Indonesia akan tercapai, negara ini sudah bisa membebaskan diri dari perilaku korupsi oknum-oknum penyelenggara negara.
"Selamat Harlah Kejaksaan ke-80. Rakyat bersama kejaksaan dalam kerja-kerja pemberantasan korupsi," tandas ART.