Kadin Tegaskan UMKM dan Koperasi Adalah Sokoguru Ekonomi Nasional

FAZ • Wednesday, 20 Aug 2025 - 13:57 WIB

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran UMKM dan koperasi sebagai fondasi utama ekonomi rakyat.

Hal ini menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang UMKM dan Koperasi 2025 yang diselenggarakan baru-baru ini.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut UMKM dan koperasi adalah "sokoguru ekonomi nasional" yang sejalan dengan amanat para pendiri bangsa.

Ia menekankan, amanah Bung Karno dan Bung Hatta tentang kemerdekaan dan koperasi sebagai jembatan emas menuju kesejahteraan harus diwujudkan dalam kebijakan nyata.

“Kadin hadir sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus naungan dunia usaha, termasuk UMKM dan koperasi yang jumlahnya mencapai lebih dari 60 juta pelaku dan 130 ribu koperasi di seluruh Indonesia,” ujar Anindya.

Rakornas ini juga menegaskan dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda pembangunan ekonomi kerakyatan. Kadin melihat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai contoh nyata keberpihakan pemerintah.

Program ini dinilai mampu menggerakkan investasi lebih dari setengah triliun rupiah di daerah, melibatkan ribuan dapur umum, serta membuka pasar baru bagi peternak dan pemasok lokal.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan kebijakan afirmatif Presiden Prabowo melalui alokasi anggaran Rp335 triliun untuk program MBG sepenuhnya berpihak pada pelaku usaha kecil.

“Setiap dapur umum membutuhkan investasi antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar, dengan rata-rata 20 pemasok lokal yang terlibat. Ini membentuk ekosistem usaha baru yang betul-betul menghidupkan ekonomi rakyat di tingkat desa dan kecamatan,” katanya.

Kementerian UMKM juga tengah menyiapkan sistem "Sapa UMKM", sebuah super-aplikasi yang akan memetakan kebutuhan dan kendala jutaan pelaku usaha. Sistem ini akan menjadi pintu masuk untuk layanan pembiayaan, sertifikasi, hingga pemasaran.

Selain itu, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kini diarahkan agar 60% penyalurannya dialokasikan ke sektor produksi. Langkah ini diharapkan memberikan multiplier effect yang lebih luas bagi penyerapan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok nasional.

Momentum Rakornas ini turut mendapatkan dukungan penuh dari berbagai sponsor strategis, mulai dari BRI, Mandiri, BTN, dan BSI yang berkomitmen menyediakan akses pembiayaan inklusif bagi UMKM, hingga Pupuk Indonesia yang mendukung ketahanan pangan berbasis koperasi desa. Dukungan juga datang dari Tripa (PT Asuransi Tripakarta) yang menghadirkan layanan proteksi usaha, serta WONDR yang mengedepankan solusi digital untuk pemasaran produk UMKM.

Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi antara dunia usaha dan pemerintah. Kadin menekankan bahwa koperasi Desa Merah Putih dan koperasi modern berbasis digital akan menjadi agregator yang menjembatani jutaan UMKM dengan offtaker besar, mulai dari distribusi pangan, pupuk, hingga energi.