Perkuat Kegiatan Riset, WamendiktiSaintek Minta Universitas Lebih Aktif Libatkan Mahasiswa

AKM • Friday, 8 Aug 2025 - 13:43 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie Berikan Pengantar Dalam Acara KSTI 2025

Bandung - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie menyatakan riset bukan hanya tentang menghasilkan inovasi dan publikasi ilmiah, tetapi juga tentang membentuk karakter mahasiswa yang mampu menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan.

“Pengalaman riset membuat mahasiswa mampu menyelesaikan masalah nyata di industri kemampuan yang semakin dicari oleh perusahaan besar seperti PLN dan Telkom,” ujarnya  dalam acara  Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB, Jawa Barat, Jum’at (8/8).

Stella juga mendorong universitas untuk lebih aktif melibatkan mahasiswa dalam kegiatan riset serta mengembangkan topik riset yang menarik perhatian dan dukungan pendanaan dari sektor swasta.

Stela mengungkapkan tren global, di mana sebagian besar pendanaan riset berasal dari industri. Di Uni Eropa, sekitar 59 persen dana riset berasal dari sektor industri, di Amerika Serikat 63 persen, dan di negara-negara Asia seperti Tiongkok, Korea Selatan, serta Jepang lebih dari 75 persen.

“Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dengan industri untuk memperkuat ekosistem riset nasional,” ucapnya.

Wamen Stella menambahkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 400 inovasi di perguruan tinggi yang terkait dengan delapan prioritas nasional. Kehadiran BUMN dan swasta, juga diharapkan dapat membantu hilirisasi berbagai inovasi tersebut.

"Bagi Anda yang berasal dari akademisi, silahkan kenali 68 pemerintah, 152 BUMN yang berada di sini, bersama di konferensi ini, untuk memberitahu Anda bahwa mereka juga sangat tertarik mendanai penelitian Anda. Bagi swasta, dari BUMN, kita memiliki banyak pameran hari ini, silahkan datangi 400 Inovation Showcase kita," kata dia.

Selain itu, ia menuturkan jika Pemerintah Indonesia sendiri telah mengalokasikan anggaran riset sebesar Rp2,26 triliun, dengan rencana penambahan hampir Rp1,8 triliun. 

Namun, Stella menekankan bahwa dana saja tidak cukup. Keberhasilan riset sangat tergantung pada sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri.

Untuk mempercepat kemajuan riset dan inovasi, Stella menganjurkan universitas untuk fokus pada bidang riset tertentu demi membangun keunggulan dan reputasi global.

“Kita tidak bisa menang jika mencoba melakukan semuanya secara rata-rata. Fokuskan riset Anda. Bangun reputasi dalam satu bidang,” tegasnya.

Menurutnya, spesialisasi adalah strategi penting untuk menjembatani kesenjangan inovasi antara negara berkembang dan negara maju.

Seperti diketahui, KSTI 2025 juga didukung penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai penyedia pendanaan kegiatan, yang bersumber dari Dana Abadi Pendidikan Tinggi (DAPT).

Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen LPDP dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Indonesia serta mendukung transformasi perguruan tinggi nasional menuju world class university.