Jangkau Daerah 3T, Kemendikdasmen Segera Gelar Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)

AKM • Saturday, 19 Jul 2025 - 11:03 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin (Istimewa)

Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya memperluas akses pendidikan kepada masyarakat terutama bagi para siswa di daerah di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Dalam upaya tersebut, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kemendikdasmen dalam waktu dekat akan menyelenggarakan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa di daerah 3T.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin mengatakan saat ini masih banyak anak-anak yang putus sekolah karena disebabkan perbedaan geografis.

"Masih banyak anak-anak kita yang putus sekolah karena disebabkan perbedaan (geografis), maka kita akan adakan layanan ini," kata Tatang Muttaqin di Jakarta,Jumat (18/7/2025).

Tatang menjelaskan program ini menjadi penting karena data menunjukkan masih ada 3,9 juta anak tidak sekolah (ATS). Selain itu, masih adanya kekurangan 514 ribu ruang kelas dan kekurangan  120 ribu guru serta  akses pendidikan kelompok rentan belum mampu mencapai 70%.

"Di pendidikan layanan khusus ini kita mau melakukan pendekatan baru dalam pendidikan jarak jauh (PJJ). PJJ ini untuk merespons berbagai situasi dan aspek georafis, juga masalah ekonomi, masalah lintas negara serta kewarganegaraan," kata Tatang.

Tatang menyebut program sekolah PJJ juga bisa diikuti siswa putus sekolah lain akibat masalah sosial. Misalnya karena terdampak bencana atau korban narkoba.

"Kemudian ada anak yang berhadapan dengan masalah hukum, juga ada korban narkotika. Ini cakupannya sedikit, tapi banyak," tutur Tatang.

Dengan program ini, Tatang berharap PJJ dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel, mengatasi keterbatasan tenaga pendidik hingga memperminim biaya. Ia juga melihat desain PJJ akan sesuai dengan tuntutan mutu di era industri 4.0.

Implementasi Bertahap

Implementasi awal PJJ di akan dilakukan di sekolah terbuka yang telah siap. Tatang pun mengungkapkan peta jalan pendidikan jarak jauh ini. Pada tahun ini, Kemendikdasmen masih dalam tahap persiapan dan pengembangan infrastuktur.

Lalu, pada 2026 mendatang akan dilakukan pelatihan guru dan pengembangan modul pembelajaran. Tahun 2027, PJJ akan diimplementasikan secara bertahap.

Kemudian pada 2028 ada pengembangan sistem penilaian dan evaluasi. Tahun 2029, konsolidasi dan pengembangan lanjutan.

Tatang melanjutkan, sekolah dengan kelas PJJ ini nantinya tak jauh berbeda dengan Universitas Terbuka (UT) yang telah lama menjadi pionir pendidikan jarak jauh, dengan penyertaan modul-modul pembelajaran yang dibuat ringkas.

"Misalnya siswa yang ada di daerah terpencil dan susah dijangkau. Dia belajar di SD (sekolah dasar) terdekat seminggu sekali. Nanti akan ada kunjungan guru dari sekolah induknya," tandasnya.