Dukung Swasembada Pangan, JAM Intel Reda Manthovani Luncurkan Program Strategis di Desa

FAZ • Thursday, 26 Jun 2025 - 18:55 WIB

JAKARTA - Dalam rangka mendukung swasembada pangan dan tata kelola desa, Jaksa Agung Muda Intelijen Prof. Dr. Reda Manthovani meluncurkan dua program strategis yakni Program Jaksa Garda Desa dan Program Jaksa Mandiri Pangan, di Desa Sarakan, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Rabu (25/6/2025).

Reda mengatakan, kedua program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi desa, mulai dari lemahnya pengawasan dan pengelolaan penggunaan dana desa hingga tidak stabilnya harga komoditas hasil pertanian desa.

“Kenapa pangan? Karena tidak ada Negara yang bisa berdiri tanpa pangan, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Prabowo. Dan kenapa desa? Karena pembangunan bangsa dimulai dari desa, bukan dari pusat,” ujar Reda dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Peluncuran tersebut dikukuhkan melalui penandatangaan nota kesepahaman bersama. Dalam Program Jaksa Garda Desa, empat Kejaksaan Negeri (Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Pandeglang) menandatangani MoU dengan pemerintahkabupaten masing-masing.

Reda mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat pengawalan dana desa melalui sistem Real-Time Monitoring Village Management Funding Dana Desa atau “Jaga Desa” agar dapat dipergunakan secara maksimal dan tidak disalah gunakan.

“Setiap rupiah dari Dana Desa harus bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Petani sebagai tulang punggung desa tidak boleh lagi terjebak dalam ketidak pastian harga dan pasar. Melalui kolaborasi ini, kita ingin pastikan ada nilai tambah nyata yang dirasakan masyarakat desa," ujar Reda.

Selain itu, Program Jaksa Mandiri Pangan bertujuan mendorong pemberdayaan lahan pertanian dan hortikultura desa secara modern dan terintegrasi dengan memberdayakan lahan dan Badan Usaha Milik Desa. Program ini menggandeng sejumlah mitra strategis, yakni Telkom University, PT Pupuk Indonesia, dan PT Paskomnas Indonesia (Pasar Komoditi Nasional).

“Sinergi berbagai pihak ini diharapkan dapat membangun tata kelola dana desa yang tepat guna dan menjamin pemasaran hasil produksi petani, sehingga kesejahteraan masyarakat desa benar-benar meningkat,” tegas Reda.

Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, Pandeglang, Lebak, dan Serang, dipilih sebagai proyek percontohan karena posisinya sebagai provinsi penyangga Jabodetabek dengan area pertanian/holtikultura yang luas, aktivitas ekonomi komoditas hasil bumi yang pesat, serta jumlah penduduk sebagai konsumen terbesar di Jawa dan dominasi pasar induk/modern. 

JAM-Intel berharap kerja sama ini dapat menciptakan sistem pola tanam yang efektif dengan memilih komoditi yang tepat sesuai kebutuhan konsumen dan keadaan pasar, mengubah pola pikir lama yang tidak mempertimbangkan jaminan harga pasar tinggi, serta melahirkan pola tanam baru yang memperhitungkan tingkat kebutuhan konsumen. 

Menurutnya, program ini tak hanya berhenti di Banten. Reda menargetkan program ketahanan pangan ini berlanjut keprovinsi-provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur serta provinsi lainnya. 

“Saya berharap penandatangan Nota Kesepahaman Bersama ini dapat ditindak lanjuti dalam bentuk perjanjian kerjasama antara pihak menyangkut teknis pelaksanaan,” tutur Reda.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H.Yandri Susanto, menyampaikan apresiasi atas peluncuran program oleh JAM-Intel dan jajaran Kejaksaan Agung. Dia menyatakan kebanggaannya terhadap inisiatif ini yang dinilainya sejalan dengan visi besar pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya bangga, karena inisiatif ini memperkuat keyakinan saya bahwa visi Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di dunia internasional benar-benar sedang diwujudkan,” ujar Yandri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Banten Andra Soni, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Bupati dari Kabupaten Tangerang, Pandeglang, Lebak, dan Serang beser tajajaran dinas terkait dan unsur FORKOPIMDA. 

Turut hadir pula, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Direktur Utama PT PASKOMNAS Indonesia, Wakil Direktur Utama PT BRI, unsur pengelola BUMDES, para petani penggarap, dan tamu undangan lainnya.