
Jakarta – 1 September 2025 PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) akan merayakan hari jadinya yang ke-55 tahun. Tidak mudah untuk bisa bertahan selama itu di dunia bisnis logistik di Indonesia. Berbagai tantangan dan cobaan dihadapi hingga bertahan menjadi salah satu perusahaan layanan logistik terbesar di Indonesia.
Direktur Utama TIKI, Yulina Hastuti menegaskan, bahwa kekuatan utama TIKI bukan hanya terletak pada layanan logistiknya, namun juga pada nilai kekeluargaan yang telah menjadi fondasi sejak awal perusahaan ini didirikan tahun 1970 oleh almarhum Suprapto Suparno dan Ibu Nuraini.
"TIKI dibangun bukan semata untuk bisnis, tapi untuk membentuk keluarga besar. Dari lima pendiri, termasuk orang tua saya, semangat kekeluargaan itu diwariskan dan menjadi identitas kami sampai hari ini," ujar Yulina, yang juga merupakan anak ketiga dari almarhum Suprapto Suparno, di Jakarta, Jumat [20/6/2025).
Yulina lantas menceritakan perjalanan TIKI yang dimulai dari sebuah ruangan kecil di belakang apotek di Jalan Raden Saleh, Jakarta. Kini, TIKI telah memiliki 69 cabang utama dan lebih dari 3.700 karyawan di seluruh Indonesia, termasuk 1.700 karyawan di Jakarta saja.
Ia mengaku, produk unggulan TIKI, ONS (Over Night Service), menjadi andalan sejak lama, menjamin pengiriman dalam waktu satu hari. Namun, Yulina menegaskan bahwa TIKI tidak berhenti di situ. Menghadapi pandemi COVID-19 dan perubahan gaya hidup masyarakat, TIKI melakukan berbagai inovasi:
- Penguatan aplikasi dan sistem pembayaran real-time.
- Pengiriman ikan hias dan tanaman hias dengan izin resmi.
- Peluncuran TIREX (TIKI Kirim Reptil Ekspres) untuk komunitas penggemar reptil.
- Layanan FROZY untuk pengiriman makanan beku dengan armada berpendingin.
"Kami tidak melihat kompetitor sebagai ancaman, tapi sebagai motivasi untuk terus berinovasi. Kami mencari solusi atas kebutuhan masyarakat yang terus berubah," jelas Yulina.
Warisan Nilai dan Etika Bisnis
Yulina juga membagikan pesan mendalam dari ayahnya yang menjadi pegangan hidup dan arah perusahaan:
1. Utamakan pelanggan.
2. Perhatikan kesejahteraan karyawan.
3. Jangan lupa berbagi dengan anak yatim.
"Pesan itu menjadi pegangan saya pribadi dan semangat perusahaan hingga hari ini," tambahnya.
Yulina turut menjelaskan sejarah TIKI-JNE yang awalnya berada dalam satu naungan. Karena perbedaan fokus bisnis, akhirnya JNE dan TIKI beroperasi sebagai entitas yang terpisah dengan manajemen masing-masing.
Menuju Usia ke-55
Menjelang ulang tahun ke-55 pada 1 September mendatang, TIKI terus memperkuat posisinya di industri logistik nasional, dengan fokus pada pelayanan, teknologi, dan human touch.
Dengan tagline: “Paketmu, Duniaku”, TIKI menegaskan bahwa setiap kiriman bukan sekadar paket, tapi bagian dari kehidupan dan kepercayaan masyarakat Indonesia.
Sejak awal didirikan TIKI memiliki visi menjadi perusahaan yang terbaik dalam jasa pengiriman dan logistik dengan melayani kebutuhan dan kepentingan pelanggan secara optimal baik domestik dan internasional, dengan misinya bekerja giat secara professional, jujur, bertanggung jawab dengan penuh keyakinan dan dedikasi tinggi untuk selalu menjadi yang terbaik.