
Jakarta - Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pengembangan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar menjadi fokus Unika Atmaja Jakarta. Pada kali ini sejumlah fasilitas dan sarana baru diresmikan yakni Lobby Karol Wojtyla, ATMACanteen dan Goa Maria Immaculata.
Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), mengatakan memasuki usia 65 tahun, Unika Atma Jaya terus bergerak, bertransformasi, dan berdampak.
Melalui revitalisasi yang dilakukan membuat Unika Atma Jaya semakin menjadi ruang pembelajaran yang inklusif, ruang doa, ruang kolaborasi, dan bahkan memperkuat ekosistem sosial serta ekologis
“Lobby Gedung Karol Wojtyla yang diresmikan ini bukan hanya sebagai area penerima tamu, tetapi sebagai representasi dari visi besar Unika Atma Jaya," ujar Prof. Yuda Turana. kepada wartawan, di Kampus Atmajaya , Jakarta, Jumat (6/6)
Hadir dalam acara ini. Romo Ignatius Kardinal Suharyo yang turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah terlibat untuk segala usaha dan upaya yang telah dilakukan dalam mewujudkan cita-cita para pendiri.
Saat ini berbagai pihak telah bersatu untuk memajukan Unika Atma Jaya, agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan semakin berdampak bagi masyarakat.
Selain ketiga fasilitas tersebut, Student Service Center dan Taman Frans Seda yang berada di area Hall G juga turut diperbarui.
Ketua Yayasan Atma Jaya, Linus M. Setiadi menjelaskan Student Service Center menjadi fasilitas yang mempermudah mahasiswa dalam mengakses layanan mahasiswa sedangkan Taman Frans Seda dirancang untuk mendukung kenyamanan dan sebagai ruang relaksasi mahasiswa dan karyawan
“Renovasi dan revitalisasi yang dilakukan dibangun dengan semangat kolaborasi dan mendapat respon positif dari PT ASTRA Internasional Tbk untuk bekerjasama dalam merenovasi Lobby Karol Wojtyla dan Hall G agar semakin memberikan manfaat bagi mahasiswa dan seluruh Komunitas Atma Jaya,”kaya Linus M. Setiadi
Linus menjelaskan bahwa secara resmi Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di lingkungan kampus Semanggi Unika Atma Jaya menggunakan nama ATMATerra Communal Space.
“ATMAterra memiliki makna kedekatan pada alam dan suistanability sesuai dengan tujuan pembangunan RTH yakni untuk membangun koneksi dengan alam dan lingkungan sekitar. Nama ini merupakan ide dan kreasi dari peserta lomba penamaan RTH yang diikuti oleh mahasiswa, karyawan, alumni, dan masyarakat umum,” ungkap Linus.
RTH sendiri telah diresmikan pada 4 Oktober 2024 oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo dan mendapat dukungan dari mendiang Paus Fransiskus sebagaimana tertuang dalam prasasti yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus.
ATMAterra memiliki makna kedekatan pada alam dan suistanability (terra = tanah/bumi dalam Bahasa Latin) sesuai dengan tujuan pembangunan RTH utk membangun koneksi dgn alam dan lingkungan. ATMAterra Communal Space mencerminkan identitas kampus yang semakin dekat dengan lingkungan, mendukung keberlanjutan, mendorong kolaborasi, dan semangat kebersamaan.
Fasilitas lain yang turut diperbarui yaitu ATMACanteen dan Goa Maria Immaculata yang hadir di tengah area Ruang Terbuka Hijau, Kampus Semanggi. ATMACanteen memiliki kapasitas hingga 250 orang dan diharapkan menjadi pilihan utama untuk tempat makan dan hangout bagi mahasiswa, karyawan maupun para pekerja di sekitar kawasan Semanggi.
Goa Maria Immaculata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Unika Atma Jaya. Goa Maria Immaculata memiliki nilai sejarah yang mendalam sejak dibangun pada tahun 1985 dan diberkati oleh Bapa Paus Yohanes Paulus II saat kunjungannya ke Indonesia pada 1989. Di moment usia ke 65 tahun ini, revitalisasi Goa Maria Immaculata dilakukan dengan harapan dapat mendorong umat untuk semakin menghidupi kehidupan spiritual.
Momentum perayaan Lustrum ke-13 menjadi titik krusial bagi Unika Atma Jaya untuk menumbuhkan semangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik dan perkembangan diri yang maksimal untuk mahasiswa, karyawan, dan masyarakat. Beberapa rangkaian acara lainnya dalam peringatan Lustrum ke-13 ini diantaranya yaitu susur Sungai Ciliwung pada 8 Juni 2025, pentas budaya “Panggung Indonesia” pada 14 Juni 2025, dan “Pasaria” Pop Up Market Kuliner dan Kriya pada 12-14 Juni 2025