
JAKARTA - Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban merupakan perintah dan anjuran dari Allah SWT lewat perantara Nabi Ibrahim A.S. Dalam QS. Ash-Shaffat ayat 103-107, Allah SWT menunjukkan kesabaran luar biasa Nabi Ibrahim A.S dalam menghadapi ujian dari Allah, yakni ia diperintah untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail A.S.
Namun, karena kesabaran dan keteguhannya, Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor domba sebagai tebusan. Peristiwa ini menjadi dasar syariat dari ibadah kurban.
Hari raya ini bukan semata-mata hanya menjadi pelaksanaan ibadah umat muslim, tetapi juga perayaan budaya di berbagai negara Islam. Meskipun esensi ibadahnya sama, setiap negara memiliki tradisi unik yang membuat perayaan ini terasa berbeda dalam pelaksanaannya.
1. Indonesia
Di Indonesia, kurban tak lepas dari semangat gotong royong. Panitia kurban terdiri dari warga lokal yang bekerja sama sejak malam takbiran. Uniknya, daging kurban di Indonesia biasanya dibagikan dalam bentuk potongan kecil, lengkap dengan kupon, dan dikemas dalam kantong plastik agar pembagiannya merata ke masyarakat yang membutuhkan.
2. Turki
Di Turki, pelaksanaan kurban terbilang modern. Pemerintah dan organisasi keagamaan menyediakan layanan kurban digital, di mana masyarakat bisa membayar dan hewan kurban disembelih secara profesional atas nama mereka, bahkan hasilnya bisa dikirim ke negara-negara miskin. Tempat pemotongan hewan juga diatur ketat agar tidak mengganggu kebersihan lingkungan. Tradisi di Turki juga melibatkan berbagi daging kepada tetangga dan kerabat sebagai bentuk silaturahmi.
3. Pakistan
Di Pakistan, hewan kurban terutama sapi dan kambing, sering kali dihias dengan cat warna-warni, lonceng, dan ornamen kain khas. Banyak keluarga yang membeli hewan jauh-jauh hari dan memeliharanya layaknya hewan peliharaan sebelum disembelih. Suasana Idul Adha di sana terasa seperti festival, dengan anak-anak yang bangga menunjukkan hewan kurban mereka di jalanan.
4. Mesir
Di Mesir, selain menyembelih di tempat penyembelihan resmi, sebagian masyarakat masih melestarikan tradisi lama: mengantar langsung daging kurban ke rumah saudara atau tetangga, lengkap dengan sapaan dan doa. Ini menjadi momen mempererat hubungan sosial, tidak hanya sekadar ritual keagamaan.
5. Arab Saudi
Sebagai pusat pelaksanaan ibadah haji, kurban di Arab Saudi dilakukan dalam skala besar, khususnya di Mina. Pemerintah Arab Saudi bekerja sama dengan organisasi internasional untuk mengelola dan mendistribusikan daging kurban ke berbagai negara miskin di Afrika dan Asia.
Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga dapat menumbuhkan nilai silaturahmi, berbagi, dan keberagaman dalam pelaksanaannya.
Meski cara perayaannya berbeda di setiap negara, tujuannya tetap satu. Umat muslim melaksanakan kurban dengan tujuan bertakbir, mendekatkan diri kepada Allah dan menjalin silaturahmi antarsesama manusia agar mendapat pahala yang besar dari Allah SWT. (NYM)