
Jakarta — United Nations Development Programme (UNDP) menyatakan, media memiliki peran sentral dalam menjembatani dunia sains, kebijakan, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Head of Nature, Climate & Energy Unit UNDP Indonesia, Aretha Aprilia menekankan pentingnya peliputan media yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami guna memperkuat pemahaman publik terhadap isu-isu iklim yang kerap kali kompleks.
“Di tengah maraknya informasi yang tidak berbasis fakta dan memecah fokus publik, peran media menjadi sangat krusial untuk menyajikan peliputan yang mencerdaskan,” tegasnya dalam Journalist Workshop on Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (16/5).
Ia menyatakan bahwa jurnalis dapat menjadikan isu perubahan iklim lebih relevan dan terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, pemahaman publik yang kuat akan membuka ruang partisipasi aktif dalam pencarian dan penerapan solusi terhadap krisis iklim global.
Selaras dengan semangat tersebut, UNDP melalui inisiatif Climate Promise berkomitmen mendampingi Indonesia mencapai target Net Zero Emission (NZE) dengan fokus pada program besar FOLU Net Sink 2030 — strategi nasional yang menjadikan sektor kehutanan dan tata guna lahan sebagai penyerap karbon bersih pada tahun 2030.
“UNDP telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, untuk mendukung penyusunan roadmap perdagangan karbon sektor kehutanan,” kata Aretha.
Ia menambahkan bahwa dukungan ini bertujuan memastikan potensi penyerapan karbon hutan Indonesia dapat dimaksimalkan secara nasional dan global.
Tidak hanya sektor kehutanan, UNDP juga memberikan asistensi teknis untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan guna mendorong dekarbonisasi ekosistem pesisir, serta mendampingi Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian dalam merancang aksi mitigasi di sektor energi dan industri.
Lebih lanjut, UNDP mendukung penguatan komunikasi perubahan iklim di sektor pariwisata, serta berperan aktif dalam pengembangan kebijakan nilai ekonomi karbon melalui berbagai inisiatif.
Aretha juga mengungkapkan bahwa UNDP, bersama pemerintah Indonesia, telah menyalurkan lebih dari US$130 juta melalui Green Climate Fund (GCF) dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup untuk mendukung berbagai program strategis, termasuk kehutanan sosial, pencegahan kebakaran hutan, dan perlindungan lingkungan.
“Kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen internasional dalam mendukung langkah Indonesia menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
.