JAKARTA - Program Studi Sarjana Terapan Fisioterapi Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI) kembali melaksanakan pelatihan terapi manual tingkat internasional, dari tanggal 2 - 4 Mei 2025.
“UKI bekerja sama dengan Institute for Physical Therapy Advancement (IPTA) dan Universitas Udayana, menyelenggarakan Orthopedic Manual Physical Theraphy (OMPT): Peripheral Joints Module. Pelatihan kali ini berfokus pada pembelajaran terapi manual pada setiap sendi pada anggota gerak atas dan bawah, seperti bahu, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut dan pergelangan kaki,” ujar Dekan Fakultas Vokasi UKI, Dr. Maksimus Bisa Lado Purab, SKM., SSt.Ft., M.Fis., saat membuka kegiatan pelatihan di Ruang Lab Multi Prodi Fisioterapi UKI Cawang (02/05).
“Fakultas Vokasi UKI terus berupaya memaksimalkan kualitas sumber daya manusia dengan menjalin kerja sama internasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan ketrampilan fisioterapis dalam intervensi terapi manual dengan didasari oleh bukti ilmiah berdasarkan standar International Federation of Manual and Musculoskeletal Physical Therapy,” jelas Doktor Program Pendidikan Jasmani ini.
Maksimus mengutarakan bahwa dalam pelatihan kali ini, Ketua Program Studi Fisioterapi UKI, Lucky Anggiat, STr.Ft., M.Physio., C-OMPT, menjadi salah satu instruktur asal Indonesia.
“Lucky merupakan fisioterapis yang telah mendapatkan sertifikasi pelatihan dan pengalaman terapi manual yang diakui oleh IPTA. Akademisi UKI ini ialah seorang pakar ahli dibidang OMPT dan pengajar OMPT Course,” tutur Maksimus.
Instruktur kedua yang ditunjuk IPTA ialah Ftr. Gede Parta Kinandana, S.Ft., M.Fis., C-OMPT, yang merupakan fisioterapis dan pengajar di Universitas Udayana.
IPTA dapat memastikan kompetensi, keahlian dan pengalaman serta kemampuan mengajar dari para instruktur sehingga pelatihan dapat dipahami oleh para peserta.
Penanganan Pasien dengan Gangguan Sendi pada Tubuh
Instruktur terapi manual asal Indonesia Lucky Anggiat, mengutarakan gangguan gerak pada sendi anggota gerak atas dapat ditangani dengan berbagai intervensi fisioterapi, dengan terapi manual, terapi latihan serta elektrofisis.
“Namun yang paling baik dalam bukti penelitian ada terapi manual dan terapi latihan. Dalam pelatihan ini fisioterapis akan diajarkan berbagai teknik terapi manual dan strategi terapi latihan yang berbasis bukti penelitian,” jelas Lucky.
“Untuk menangani berbagai kasus gangguan sendi anggota gerak atas dan bawah, fisioterapis dapat melakukan pemeriksaan dahulu mulai dari pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan spesifik. Kemudian menentukan intervensi yang tepat sesuai kebutuhan pasien. Setelah itu, memberikan intervensi yang tepat dan sesuai. Setelah itu dilakukan evaluasi terhadap efek dari intervensinya,” tambahnya.
Mengenai pencegahan agar tidak terjadi gangguan pada sendi anggota geak atas dan bawah, Lucky mengutarakan pentingnya untuk bergerak aktif, seperti berjalan kaki, melakukan peregangan tubuh secara mandiri serta berolahraga.