Wamen LH Tekankan Pentingnya Merawat Mangrove, Sampah Plastik Mengancam

FAZ • Monday, 5 May 2025 - 01:17 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono menegaskan bahwa upaya rehabilitasi ekosistem mangrove tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi juga harus dilanjutkan dengan perawatan secara berkelanjutan.

“Menanam mangrove adalah langkah awal, tetapi merawatnya hingga tumbuh besar adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Diaz dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu (4/5/2025).

Menurut Diaz, bahwa Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, dengan luas mencapai 3,4 juta hektar atau sekitar 23% dari total luas hutan mangrove global. 

Namun demikian, ia menyoroti bahwa tantangan pelestarian mangrove masih besar, terutama akibat pencemaran laut oleh sampah plastik.

“Pencemaran laut dengan sampah plastik merupakan ancaman serius bagi ekosistem mangrove. Kita harus menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke sungai dan laut,” ucap Diaz.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono melakukan penanaman bibit mangrove. (Foto: Dok. Kementerian Lingkungan Hidup)


Sebagai bagian dari komitmen pelestarian lingkungan, Wamen LH Diaz melakukan penanaman 7.000 bibit mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Sabtu (3/5/2025).

Dalam kegiatan itu, Diaz juga mengimbau masyarakat setempat, khususnya para ibu, agar terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai untuk mendukung pertumbuhan mangrove secara sehat.

“Jangan hanya menanam, tetapi kita juga harus menjaga dan merawat mangrove agar dapat tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan dukungannya terhadap aksi pelestarian lingkungan yang dilakukan.

“Saya sangat mendukung upaya pelestarian ekosistem mangrove ini. Hari ini, kita menanam mangrove di sepanjang pantai seluas 5 hektar. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan dan akan berlanjut sebagai komitmen kita bersama,” kata Hendropriyono. 

Hal senada juga disampaikan oleh Letjen TNI (Purn.) Dr. Nono Sampono, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak dalam menjaga ekosistem pesisir.

“Melalui kegiatan ini, kita semua dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya merawat ekosistem mangrove dan menjaga kebersihan lingkungan pesisir,” ucapnya.

Kegiatan yang digelar oleh organisasi Warga Bumiputera Indonesia (WBI) ini bertujuan untuk memperkuat pelestarian ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat terus berlanjut guna menjamin keberlanjutan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.