BSMI Peringatkan Krisis Gaza, Minta Jalur Bantuan Dibuka

FAZ • Sunday, 4 May 2025 - 15:34 WIB

JAKARTA – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) memperingatkan dunia internasional mengenai potensi krisis kemanusiaan total di Jalur Gaza jika jalur bantuan tidak segera dibuka. 

Ketua Umum BSMI, Muhamad Djazuli Ambari, mendesak penghentian seluruh serangan militer dan pembukaan koridor kemanusiaan yang aman bagi warga sipil.

“Gaza saat ini menghadapi kehancuran total. Layanan kesehatan lumpuh, ketersediaan makanan kritis, dan korban jiwa terus bertambah. Tanpa jalur bantuan terbuka, dalam 40 hari ke depan rakyat Gaza akan menghadapi kelaparan massal dan kematian yang lebih besar,” ujar Djazuli dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (4/5/2025).

Djazuli menyampaikan bahwa dua tim Emergency Medical Team (EMT) BSMI yang dikirim ke Gaza telah menyaksikan langsung situasi darurat di lapangan. Tim tersebut terdiri dari tujuh dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Europa Gaza dan Al Nasser.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Kedua rumah sakit hampir kolaps akibat minimnya obat-obatan, logistik medis, dan makanan bergizi,” jelasnya.

Menurut Djazuli, sumber protein di Gaza hampir habis, dan makanan bergizi untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, serta pasien luka berat sudah tidak tersedia. “Ini bukan lagi krisis biasa, ini bencana kemanusiaan,” tegasnya.

BSMI mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan tekanan diplomatik kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mesir, serta negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar segera membuka jalur bantuan kemanusiaan dan mempercepat pengiriman logistik medis dan pangan.

“Kami menyerukan gotong royong nasional dan internasional. Butuh puluhan tahun untuk membangun Gaza kembali. Tapi hari ini, kita harus bergerak cepat untuk menyelamatkan jutaan nyawa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Djazuli juga mengajak lebih banyak tenaga medis dari Indonesia untuk bergabung dalam misi kemanusiaan di Gaza. 

“Bagi para sejawat dokter, ini saatnya ilmu dan kemanusiaan kita diuji. Gaza butuh kita semua,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas. 

“Kepedulian kita adalah harapan terakhir mereka. Jangan biarkan Gaza sendirian," pungkasnya.