UM- PTKIN 2025, Kemenag Siapkan Pengamanan Belapis Hadapi Joki

AKM • Friday, 2 May 2025 - 15:17 WIB
Kemenag dan Panitia Seleksi Berikan Keterangan Pelaksanaan UM- PTKIN 2025 (Istimewa)

Jakarta- Masa pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri UM- PTKIN) 2025 resmi dibuka sejak 22 April sampai 28 Mei nanti. Dalam pelaksanaan UM- PTKIN pada tahun ini, Kementerian Agama menerapkam pengamanan berlapis dalam mencegah segala bentuk kecurangan termasuk Joki hingga penggunaan alat-alat canggih. Hal ini berdasarkan temuan berbagai metode Joki pada  saat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) untuk Perguruan Tinggi Negeri 2025. 

Koordinator Pokja Penjaminan Mutu UM PTKIN Zulfahmi Alwi Mengatakan Joki saat ini sudah banyak junlah dengan metode yang lebih canggih agar para calon mahasiswa lulus ujian.

"Joki ini memang sekarang sudah banyak sekali kita temukan dan cara-cara yang sangat canggih, ya, mulai dari kacamata, bahkan ada yang melalui behel," ujar Zulfahmi Alwi kepada Media di Jakarta, Jumat (2/1).

Menurut Zulfahmi, panitia seleksi UM PTKIN akan menggunakan beragam cara seperti penggunaan metal detector, pemeriksaan tubuh, serta barang bawaan peserta ujian.

"Jadi tentunya kita akan mengkaji lebih mendalam lagi berdasarkan temuan-temuan yang ada, langkah-langkah apa yang akan kita lakukan untuk memastikan dalam proses itu tidak ada joki lagi," ujar Zulfahmi. 

Menurut dia, apabila dalam pelaksanaan masih ditemukan kecurangan, panitia telah menyiapkan sanksi seperti diskualifikasi serta melibatkan aparat penegak hukum apabila memenuhi unsur pidana.

"Sanksinya itu pasti, pertama kita akan memberikan sanksi akan otomatis tidak akan kita terima. Kedua, kalau itu terkait dengan masuk pidana tentunya kita akan serahkan ke penegak hukum," tegas Zulfahmi. 

Sementara itu,  Koordinator Pokja Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Haris Setiaji mengatakan terkait keamanan soal, panitia sudah menyiapkan 24 paket soal untuk menjamin keamanannya. Termasuk, jika ada calon peserta yang kebetulan sakit dibuktikan dengan dokumen sehingga tidak bisa tes di hari H, maka akan dijadwalkan ulang.

"Kita jadwalkan ulang kalau ada yang sakit, dibuktikan dengan dokumen. Pastinya, paket ujiannya lain lagi, intinya kita sudah ada 24 paket soal. Misalkan ada yang merekam paket soal 1, kita santai punya paket lainnya. Sehingga, keamanan soal bisa kita jamin," kata dia.

Sebelumnya,  dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 untuk perguruan tinggi negeri ada sekitar 50 orang pelaku kecurangan dan 10 joki dalam enam hari pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025.

Modus kecurangan yang terjadi beragam, mulai dari pemasangan alat bantu seperti pemasangan kamera di kacamata, mikrofon dan pengeras suara di alat bantu dengar, hingga penggunaan perangkat lunak melalui aplikasi rekaman layar. 

Selain itu, ada yang menggunakan aplikasi remote desktop disertai dengan pemasangan proxy pada komputer, sehingga komputer tersebut dapat terhubung dengan jaringan di luar.