
MERAUKE – Bakti Acer untuk Dunia Pendidikan, Acer Indonesia menghadirkan dua inisiatif utama di Merauke yaitu Acer Smart School Academy dan donasi perangkat pendidikan untuk pembuatan kelas digital melalui program #AcerBerbagi kepada 6 sekolah terpilih di Merauke. Tak hanya mendapat dukungan dari pemerintah pusat, tetapi juga disambut antusias oleh pemerintah daerah dan lembaga pendidikan lokal.
Wakil Bupati Kabupaten Merauke, Fauzun Nihayah, menyampaikan apresiasinya atas langkah Acer Indonesia yang dinilai sangat tepat sasaran. Menurutnya, Merauke sebagai ibu kota provinsi baru Papua Selatan menghadapi tantangan besar dalam hal pemerataan pendidikan.
“Merauke memiliki wilayah yang luas dan banyak anak-anak kami di pelosok yang belum sepenuhnya merasakan pendidikan yang layak. Kehadiran program Acer Smart School Academy oleh Acer Indonesia ini menjadi proposal awal yang luar biasa untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Fauzun saat menghadiri peluncuran program Acer Smart School Academy di SMP YPPK Yohanes XXIII, Selasa (30/4/2025).
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Merauke siap berkolaborasi jangka panjang dengan Acer untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah, termasuk pedalaman dan perbatasan. Fauzun juga menyampaikan pesan dari Bupati Kabupaten Merauke, bahwa dukungan penuh akan terus diberikan untuk inisiatif seperti ini.
“Kami ingin Merauke menjadi contoh keberhasilan transformasi pendidikan di wilayah timur Indonesia. Kami butuh dukungan bukan hanya dari dunia usaha, tapi juga pemerintah pusat. Jangan biarkan Merauke tertinggal, karena kami juga adalah garda terdepan penjaga NKRI,” tegasnya.
Fauzun juga mengajak para guru dan kepala sekolah penerima bantuan dari Acer Indonesia untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas digital secara optimal agar benar-benar membawa perubahan dalam metode belajar-mengajar di kelas.
Sementara itu, Romo Aloysius Kelbulan, Ketua Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik Papua Selatan, menyebut bahwa inisiatif Acer Indonesia memberikan dampak langsung terhadap proses belajar-mengajar, terutama di sekolah-sekolah yang berada di pinggiran dan pedalaman.
“Bantuan akun belajar dan perangkat digital ini membuat guru-guru kami lebih maksimal dalam mengajar. Anak-anak di kampung sekarang bisa belajar dari materi yang sama dengan anak-anak di kota,” ujar Romo Aloysius dalam acara yang sama.
Menurutnya, mayoritas anak-anak di wilayah pedalaman mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan modern. Dengan pendekatan digital, anak-anak menjadi lebih tertarik untuk datang ke sekolah karena pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
“Kami berharap ini bukan sekadar uji coba, tetapi awal dari gerakan besar untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak Papua secara merata. Mereka punya potensi luar biasa, hanya saja selama ini belum diberi kesempatan yang cukup,” imbuhnya.
Antusiasme juga datang dari para siswa yang menjadi penerima langsung manfaat program Acer for Indonesia. Salah satunya adalah Maria Mangdalena Renggam, siswa kelas 8 SMP YPPK Yohanes XXIII Merauke.
Maria mengungkapkan bahwa bantuan perangkat dari Acer, seperti Chromebook dan akses ke platform digital, sangat membantu proses belajar mereka sehari-hari.
“Kalau menurut saya, ini sangat membantu. Jadi kita bisa belajar bersama teman-teman dengan mudah. Tidak terlalu sulit karena bisa diakses di mana saja, bahkan dari HP kalau tidak ada laptop,” ujarnya.
Maria merasa senang dan bersyukur bisa ikut merasakan manfaat teknologi dalam pembelajaran.
“Saya sangat terbantu, karena sekarang kita bisa belajar lebih mudah, dan semua pelajaran bisa diakses lewat whiteboard digital. Jadi tidak perlu bawa pena dan buku banyak-banyak,” tutupnya dengan semangat.