IIVC 2025: Menjadi Pionir Revolusi Industri 5.0 dalam Dunia Valuasi Indonesia

ANP • Monday, 21 Apr 2025 - 07:26 WIB

Jakarta – Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi terbesar di bidang valuasi, Indonesia International Valuation Conference (IIVC) 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 23-24 April 2025 di ICE BSD. Diselenggarakan oleh MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia), konferensi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan menjadi platform penting bagi para profesional valuasi, pemerintah, serta pelaku industri dari seluruh dunia untuk berdiskusi dan berbagi wawasan terkait masa depan profesi valuasi di Indonesia dan dunia.

IIVC 2025 akan mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi dan tantangan global saat ini, yaitu Revolusi Industri 5.0: Ekonomi Kreatif dan Tanggung Jawab Sosial. Tema ini dipilih untuk menanggapi perkembangan pesat dalam dunia teknologi, serta pentingnya sektor ekonomi kreatif yang semakin berperan dalam perekonomian global. Selain itu, topik tentang tanggung jawab sosial dalam praktek valuasi menjadi isu yang semakin mendesak seiring dengan peningkatan kesadaran akan keberlanjutan dan dampaknya terhadap perekonomian yang adil dan bertanggung jawab.

"Konferensi ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam bagi para profesional valuasi dan penggunanya dalam menavigasi dunia yang semakin terhubung dan terpengaruh oleh teknologi," ujar Ketua MAPPI (Budi Prasojo) dalam wawancaranya. "Melalui IIVC 2025, kami ingin membekali para profesional dengan alat, pengetahuan, dan jaringan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 5.0 ini."

Konferensi ini akan mempertemukan pembicara-pembicara ternama, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk pejabat pemerintah, pakar valuasi, serta para praktisi dari berbagai sektor industri seperti sektor keuangan, ekonomi kreatif, dan pembuat kebijakan. Diskusi-diskusi akan mencakup isu-isu hangat seperti kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, pembiayaan kekayaan intelektual, serta penilaian tanah yang kini menjadi lebih relevan dalam pembangunan infrastruktur dan sektor properti.

IIVC 2025 juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperluas jaringan mereka dan menjalin kolaborasi yang lebih kuat antar organisasi, baik di tingkat regional maupun internasional. Dengan keterlibatan tiga kementerian kunci Indonesia, yakni Kementerian Keuangan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, konferensi ini diharapkan dapat mendorong pembaruan regulasi yang mendukung perkembangan sektor valuasi yang lebih profesional dan berdaya saing di tingkat global.

"Indonesia kini berada dalam jalur menuju pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan profesi valuasi akan memainkan peran krusial dalam mendukung stabilitas finansial dan keputusan investasi yang cerdas," tambah Ketua MAPPI. "IIVC 2025 merupakan langkah awal yang penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat sektor valuasi Indonesia."

Konferensi ini juga akan menjadi ajang bagi para profesional untuk memahami lebih dalam mengenai pentingnya keberlanjutan dalam praktek valuasi serta peran teknologi dalam mempercepat proses dan meningkatkan akurasi dalam penilaian. Peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan yang aplikatif yang dapat diimplementasikan dalam pekerjaan mereka, serta wawasan baru yang akan membantu mereka tetap kompetitif di pasar global.

IIVC 2025 bukan hanya sekedar konferensi, tetapi merupakan titik balik penting dalam perkembangan profesi valuasi Indonesia yang akan terus beradaptasi dengan tuntutan zaman. Pastikan untuk tidak melewatkan kesempatan ini untuk berkolaborasi, belajar, dan berinovasi dalam dunia valuasi yang terus berkembang.