Menteri LH Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

FAZ • Monday, 14 Apr 2025 - 14:02 WIB

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan Rapat membahas Peningkatan Kinerja Pengelolaan Sampah Perkotaan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (13/4/25). Rapat ini digelar usai kunjungannya ke sejumlah lokasi pengelolaan sampah di kota tersebut.

Menteri Hanif mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ia menyebut, forum ini diharapkan mampu melahirkan solusi jangka panjang yang aplikatif.

“Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sangat krusial untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dari forum ini, kita harap bisa lahir solusi jangka panjang yang aplikati,” kata Hanif dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin (14/4/25).

Selain itu, Sejumlah isu dibahas dalam rapat, mulai dari penguatan peran masyarakat dalam pengurangan sampah, pengembangan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar, hingga paparan inisiatif Waste to Energy for Community dari PT Pertamina Hulu Mahakam.

Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023 mencatat, Kota Balikpapan menghasilkan sampah harian sebanyak 534,66 ton. Dari jumlah tersebut, 28,03% berhasil dikurangi dan 71,5% ditangani.

Sementara itu, Hanif menekankan perlunya peningkatan upaya pengurangan sampah, agar hanya residu yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Ia juga mendorong perluasan infrastruktur pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

“Kita dorong peningkatan pengurangan sampah, sehingga sampah yang dibawa ke TPA hanya residu. Selain itu, fasilitas seperti bank sampah dan rumah kompos harus diperluas hingga tingkat RW,” ucap Hanif.

Saat ini, Balikpapan memiliki satu Bank Sampah Induk, 113 Bank Sampah Unit, 45 Rumah Kompos, dan satu fasilitas Intermediate Treatment Facility (ITF). Pemerintah menargetkan pengembangan fasilitas-fasilitas ini sebagai prioritas agar pendekatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat lebih masif.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan.

“Dengan sinergi yang kuat, Indonesia diyakini bisa keluar dari krisis lingkungan menuju masa depan yang bersih dan sehat,” tutup Menteri Hanif.

Sebagai informasi, Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, bersama jajaran OPD, perwakilan masyarakat, serta pihak swasta.