
Jakarta – Menjelang Rapat Umum Anggota (RUA) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Trisakti yang dijadwalkan berlangsung akhir April 2025 di Jakarta, persiapan pemilihan Ketua Umum IKA Trisakti periode 2025-2028 mulai mengemuka.
Salah satu stakeholder utama, IKAFEB Trisakti, menggelar urun rembuk antar pengurus pada Kamis (27/3) malam di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, untuk membahas agenda tersebut.
Dalam pertemuan itu, Ketua Umum IKAFEB Trisakti, Pahlevi Pangerang, mendorong agar pemilihan Ketua Umum IKA Trisakti dilakukan melalui musyawarah mufakat, tanpa proses pemungutan suara. Gagasan ini ternyata mendapat sambutan positif dari pengurus IKAFEB maupun perwakilan IKA Jurusan lainnya.
Pahlevi menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan sinergi di antara alumni Trisakti.
“Kita perlu perkuat soliditas dan sinergitas sesama alumni Trisakti. Kandidat Ketua Umum IKA Trisakti, seperti Maman Abdurahman (Menteri UKM), Silmy Karim (Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan), Todotua Pasaribu (Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal), dan Andre Rosade (Anggota DPR RI), adalah para alumni potensial yang sayang bila kesempatan ini disia-siakan untuk bisa saling bersinergi dengan puluhan ribu alumni Trisakti lainnya,” ujar Pahlevi.
Ia juga menekankan bahwa proses musyawarah mufakat mencerminkan semangat demokrasi Pancasila yang menjadi jiwa dan karakter bangsa Indonesia.
“Kita perlu duduk dan satukan tujuan besar, jangan terbawa suasana kompetisi yang tidak perlu. Musyawarah mufakat juga semangat demokrasi, demokrasi Pancasila, yang sejatinya adalah jiwa dan karakter bangsa Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pahlevi menyampaikan visi besar bagi alumni Trisakti adalah menjadi penggerak utama pembangunan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Alumni Trisakti sudah waktunya menjadi penggerak utama roda pembangunan bangsa dan NKRI, seperti yang diimpikan oleh para Pahlawan Reformasi kita,” katanya.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar dengan kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memiliki potensi luar biasa.
“Indonesia adalah negara besar, kaya akan sumber daya alamnya dan besar sumber daya manusianya. Mari kita songsong Indonesia Emas 2045 dengan optimis dan penuh keyakinan,” tutup Pahlevi, mengajak seluruh alumni untuk bersatu mewujudkan cita-cita tersebut.
RUA IKA Trisakti yang akan digelar akhir April mendatang diharapkan menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah alumni dalam mendukung pembangunan nasional. Proses musyawarah mufakat yang diusulkan ini pun menjadi sorotan sebagai wujud semangat kebersamaan yang ingin dijunjung tinggi oleh keluarga besar Trisakti.