Ramadan Berkah, Takjil Gratis BPJS Ketenagakerjaan Cilincing Ludes Dalam Sekejap

MUS • Tuesday, 25 Mar 2025 - 12:49 WIB

Jakarta - Karyawan Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat di pinggir jalan depan kantor menjelang waktu berbuka puasa. Menariknya hanya dalam hitungan menit, takjil yang disediakan langsung ludes diserbu warga sekitar.

“Ini luar biasa. Di tempat lain mungkin lama untuk kegiatan pembagian seperti ini, tapi di sini tidak sampai lima menit takjil sudah habis terbagi ke warga,” ujar Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing, Rita Mariana.

Rita menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program employee volunteering, di mana seluruh dana yang digunakan murni berasal dari sumbangan pribadi para karyawan untuk aksi sosial. 

“Kebetulan di bulan Ramadan ini kami memilih kegiatan berbagi takjil. Selain itu, kegiatan employee volunteering lainnya juga bisa berupa donasi ke yayasan panti asuhan, tempat ibadah, dan kegiatan sosial lainnya,” ungkap Rita. 

Rita mengatakan, program berbagi takjil ini akan berlangsung selama sepekan menjelang Idul fitri. Selain sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat pekerja. 

Dalam setiap paket takjil, disisipkan logo BPJS Ketenagakerjaan dengan harapan dapat memberikan kesan bagi penerima, yang sebagian besar merupakan pekerja informal.

”Ini adalah bagian dari literasi dan edukasi kepada pekerja informal. Harapannya mereka semakin sadar dan mencari informasi lebih lanjut mengenai BPJS Ketenagakerjaan serta manfaat besar yang bisa mereka dapatkan,” jelas Rita.

Lebih lanjut, Rita menekankan pentingnya pekerja informal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan kelompok Bukan Penerima Upah (BPU). Program ini dirancang khusus bagi pekerja sektor informal dengan iuran yang sangat terjangkau.

”Di Cilincing sini ibaratnya gudangnya pekerja informal. Untuk itu kami dengan berkolaborasi dengan mitra-mitra kami di kecamatan dan kelurahan terus mengupayakan perluasan cakupan kepesertaan kelompok BPU,” ujar Rita. 

Menurut Rita, iuran kepesertaan BPU ini sangat terjangkau oleh kalangan pekerja informal.”Dengan iuran hanya Rp36.800 per bulan, peserta dapat memperoleh manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta Jaminan Hari Tua (JHT),” ujar Rita.

Manfaat JKK mencakup biaya pemulihan medis tanpa batas akibat kecelakaan kerja. Jika peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ahli waris berhak menerima santunan sebesar 48 kali upah terdaftar. 

Sementara itu, dalam kasus kematian yang bukan akibat kecelakaan kerja, ahli waris berhak atas santunan sebesar Rp42 juta dengan minimal kepesertaan tiga bulan. 

Sedangkan jika belum memenuhi masa kepesertaan tiga bulan, maka ahli waris mendapat manfaat biaya pemakanan. 

Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan manfaat beasiswa bagi dua anak peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat tetap akibat kecelakaan kerja, mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi.

Rita juga menyoroti dalam iuran Rp36.800 per bulan tersebut, terdapat tabungan JHT senilai Rp20 ribu yang telah menarik minat banyak pekerja informal di Cilincing. 

”Setelah kami sosialisasi, banyak pedagang di sini yang mendaftar kepesertaan BPU. Mereka tertarik dengan proteksi diri sekaligus peluang menabung atau berinvestasi melalui JHT, karena terbukti memberikan hasil pengembangan lebih besar dibandingkan bunga deposito bank. Apalagi, tidak ada potongan biaya administrasi atau pajak di dalamnya,” tutur Rita.

Ke depan, Rita menegaskan kegiatan Employee Volunteering akan terus dilakukan secara rutin berdasarkan inisiatif karyawan. Kegiatan tersebut sebagai upaya konsisten untuk berkontribusi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk pekerja.