Posko Nasional Sektor ESDM Dibuka, Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Lebaran

FAZ • Monday, 17 Mar 2025 - 22:10 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung secara resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM untuk periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2025. Acara peresmian berlangsung di Gedung BPH Migas, Jakarta Selatan, pada Senin (17/3/25).  

Posko ini dibentuk sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM untuk memastikan koordinasi pengawasan, penyediaan, dan pendistribusian BBM, gas, listrik, serta antisipasi kebencanaan geologi selama periode lebaran. Operasional posko berlangsung mulai 17 Maret hingga 11 April 2025, dengan lokasi utama di Gedung BPH Migas.  

Yuliot menekankan pentingnya peran Posko Nasional Sektor ESDM dalam memastikan kelancaran pasokan energi nasional, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat saat mudik dan perayaan Idulfitri.  

“Hari Raya Idulfitri adalah momen yang dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Pada periode ini, konsumsi energi, baik BBM, listrik, maupun gas, diperkirakan meningkat. Oleh karena itu, Posko Nasional Sektor ESDM berperan strategis dalam menjamin ketersediaan pasokan energi," ujar Yuliot dalam Konferensi Pers Pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2025, di BPH Migas, Jakarta Selatan, Senin (17/3/25).

Selain mengamankan pasokan energi, posko ini juga bertugas dalam pemantauan potensi bencana geologi, termasuk aktivitas gunung api dan pergeseran tanah di daerah rawan.  

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tantangan utama dalam pelaksanaan posko Idulfitri meliputi ketersediaan BBM dan LPG di jalur mudik dan daerah wisata, keandalan pasokan listrik di pusat ekonomi dan permukiman, serta koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan badan usaha sektor energi.  

Yuliot mengapresiasi peran BPH Migas sebagai Ketua Posko Nasional Sektor ESDM beserta seluruh jajaran terkait dalam memastikan kesiapan energi bagi masyarakat selama Idulfitri.  

“Posko ini bukan sekadar pusat pengendalian, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjamin energi yang cukup dan aman bagi masyarakat," tegas Yuliot.

Untuk memastikan posko berjalan optimal, Yuliot menyoroti dua hal utama. Pertama, pengawasan ketat terhadap distribusi energi agar stok BBM dan LPG mencukupi serta adanya langkah antisipasi lonjakan permintaan. Kedua, memperkuat koordinasi antarinstansi seperti BPH Migas, Pertamina, PLN, dan pemangku kepentingan lainnya agar dapat merespons cepat setiap kendala yang muncul.  

“Saya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Posko Nasional Sektor ESDM ini sebagai pusat informasi akurat dan terpercaya serta sebagai bentuk tanggung jawab kita dalam memastikan kelancaran perayaan Idulfitri bagi masyarakat Indonesia yang akan berlangsung dari tanggal 17 Maret sampai dengan 11 April 2025," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPH Migas Erika Retnowati, menyampaikan perlunya sinergi dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan posko berjalan lancar. 

"Dalam pelaksanaan kegiatan Posko Nasional Sektor ESDM ini, penting kiranya untuk kita bersinergi agar pelaksanaan Posko berjalan dengan lancar. Sinergitas tidak hanya terbatas pada internal anggota Posko, tetapi juga sinergitas dengan para stakeholder lainnya, seperti pihak Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT Jasa Marga, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," pungkas Erika.