
JAKARTA — UOB Indonesia menggelar acara Media Literacy bertajuk “Investasi via Digital: Strategi Kelas Menengah di Tengah Biaya Hidup Tinggi serta Gejolak Pasar” untuk membahas tantangan ekonomi dan solusi inovatif bagi masyarakat. Acara ini menekankan pentingnya literasi keuangan dan peran teknologi dalam menjaga stabilitas finansial kelas menengah.
Enrico Tanuwidjaja, Chief Economist UOB Indonesia, mengungkapkan kekhawatiran atas penurunan signifikan populasi kelas menengah.
“Data BPS menunjukkan, dalam lima tahun terakhir, 9,48 juta orang turun dari kelas menengah ke kategori lebih rendah. Inflasi yang tinggi dan pengeluaran rata-rata Rp2,04 juta per kapita per bulan membuat kelompok ini rentan tergelincir ke aspiring middle class,” jelas Enrico dalam keterangannya, Rabu (12/3/25).
Ia menambahkan, UOB merekomendasikan rumus perencanaan keuangan: 10-20% untuk tabungan (SAVINGS), 70-85% untuk kebutuhan dasar (NEEDS), dan 5-10% untuk keinginan (WANTS).
“Strategi ini membantu masyarakat menjaga daya beli dan stabilitas finansial di tengah ketidakpastian,” tambahnya.
Di sisi literasi keuangan, survei OJK dan BPS 2024 menunjukkan tingkat literasi keuangan Indonesia mencapai 65,43%, meski masih tertinggal dari inklusi keuangan (75,02%).
“Peningkatan literasi menjadi kunci membangun ketahanan kelas menengah, terutama di era digital,” tegas Enrico.
Vera Margaret, Head of Deposit and Wealth Management UOB Indonesia, memperkenalkan fitur Digital Wealth di aplikasi UOB TMRW.
“Melalui Digital Wealth, nasabah bisa mengakses reksadana, obligasi, dan asuransi secara terintegrasi. Fitur ini memungkinkan pembukaan rekening investasi 24/7, penjadwalan investasi rutin, serta pengecekan portofolio secara real-time,” papar Vera.
Fitur ini juga dilengkapi analisis profil risiko berbasis tujuan investasi dan toleransi risiko.
“Kami ingin memastikan nasabah tidak hanya berinvestasi, tetapi juga memahami risiko dan peluang secara menyeluruh,” lanjutnya.
UOB Indonesia juga mengedepankan pendekatan Risk-First dengan tiga pilar: melindungi (dana darurat dan asuransi), membangun (portofolio stabil), dan meningkatkan (ekspansi investasi).
“Investasi harus dimulai dengan pemahaman risiko, bukan hanya imbal hasil.” tegas Vera
Dengan kombinasi edukasi dan inovasi digital, UOB berkomitmen mendorong literasi keuangan demi ketahanan finansial kelas menengah Indonesia di tengah gejolak ekonomi.
(SHA)