MultiVerse Conference 2025, Perwujudan Nyata dari Kolaborasi Industri dan Akademisi

AKM • Wednesday, 26 Feb 2025 - 19:14 WIB
Illustrasi Acara MultiVerse Confrence 2025 dengan Pembicara Dekan Universitas Pradita Dr. Eng., Handri Santoso, S.Si., M.Eng (Istimewa)

Jakarta - Perkembangan teknologi terus memudahkan aktifitas manusia diantranya kehadjran Artificial Inteligen- AI. Dalam rangka memahami perkembangan teknlogi terbaru saat ini, Medusa Technology dan Universitas Pradita menggelar  acara MultiVerse Conference 2025.

MultiVerse Conference 2025. Acara ini digelar secara hybrid selama 5 hari, yang merupakan konferensi dalam tema virtual world, AI, dan IoT. Konferensi ini tidak hanya dapat diikuti secara luring dan daring melalui Zoom dan YouTube, namun juga secara imersif di dalam dunia virtual yang selama ini dikenal sebagai metaverse.

Konferensi yang diadakan mulai tanggal 15-16 dilanjutkan pada 21-23 Februari 2025 ini setiap harinya dihadiri oleh sekitar 100 orang dari berbagai lokasi. Dengan 10 orang narasumber, ilmu yang dibagikan sangat inspiratif. Mulai dari pemanfaatan teknologi digital untuk pertanian hingga pendidikan.

Dekan Universitas Pradita Dr. Eng., Handri Santoso, S.Si., M.Eng mengatakan pihaknya sangat antusias menjadi tuan rumah MultiVerse Conference 2025 karena ini adalah kesempatan emas untuk mendorong inovasi, kolaborasi, dan pengembangan teknologi metaverse, khususnya dalam dunia pendidikan dan industri digital. 

“Sebagai institusi yang berfokus pada sains, teknologi, dan transformasi digital, kami ingin menjadi bagian dari ekosistem yang membangun masa depan metaverse, tidak hanya sebagai pengguna tetapi juga sebagai kontributor aktif,” ujar Dr. Eng., Handri Santoso, S.Si., M.Eng 

Maria Magdalena dari Medusa Teknologi berpendapat bahwa Multiverse Conference adalah perwujudan nyata dari kolaborasi antara industri dan akademisi.

“ Hal untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat khususnya mahasiswa, dosen, guru, siswa sekolah, dan praktisi teknologi digital untuk update pengetahuan dalam bidang virtual world, AI, dan IoT dengan menyediakan konferensi yang bisa diakses dengan gratis dari mana pun tanpa hambatan lokasi,” kata Maria.

Pada MultiVerse Conference hari ke-5 diadakan penjurian untuk peserta kompetisi VIRWICA 2025 yang diikuti oleh empat puluh anak dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam 16 team. VIRWICA (Virtual World Innovation & Creativity Award) adalah pemberian penghargaan bagi inovator muda yang berhasil membuat suatu penemuan untuk mengatasi masalah di masyarakat terkait Sustainable Development Goals.

Kompetisi yang diadakan tiap tahun dengan kolaborasi antara Medusa Technology, Krya, Universitas Pradita, Virtual World Education Consortium, dan Integrating Technology Moodle 4 Teacher ini mengajak anak untuk berkreasi membuat mock up di dunia virtual untuk solusi yang mereka buat.

 “Selain kompetisi, VIRWICA juga menjadi sarana bagi inovator muda untuk terkoneksi dengan investor dan kampus yang akan membantu mereka mewujudnyatakan inovasinya,” kata Maria Magdalena dari Medusa Technology.

Pada VIRWICA 2025 ini penghargaan diberikan bagi tiga team, yaitu: Gold Award bagi Team 9 dari Sekolah Aloysius Bandung, Silver Award diberikan untuk Team 1 dari Sekolah Suluh Bangsa Mulia, dan Bronze Award diberikan untuk Team 3 dari Sekolah Suluh Bangsa Mulia. Peserta Virwica 2025 kali ini semuanya datang dari sekolah yang memiliki pandangan maju dan menyediakan fasilitas modern dalam pendidikannya.

Pada kesempatan penutupan MultiVerse Con 2025 ini Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, DBA, Dr(Pend), Dr(Han), M.Sc., MBA., MA., M.IT., M.Phil. selaku Rektor Universitas Pradita menyampaikan pesan bahwa, Akademisi memiliki peran kunci dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan mengikuti MultiVerse Conference setiap tahun, mereka dapat terus memperoleh wawasan terbaru, mengembangkan penelitian yang relevan dengan tren teknologi, serta memperluas jejaring dengan para pakar dari berbagai bidang. 

“Selain itu, keterlibatan akademisi dalam konferensi ini memungkinkan adanya kolaborasi riset yang dapat menghasilkan solusi inovatif bagi tantangan di dunia nyata, sekaligus memperkaya pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa,” ujar Rektor Prof. Eko. 

Menurut Prof Eko, ke depannya, MultiVerse Con akan dirancang sebagai konferensi tahunan yang semakin inklusif dan berorientasi pada dampak nyata. Format acara akan mencakup sesi diskusi panel, lokakarya interaktif, serta demonstrasi teknologi yang menampilkan solusi terkini. 

“Selain itu, kami akan terus mengadopsi teknologi imersif dalam penyelenggaraan konferensi, sehingga peserta dapat mengalami langsung potensi Virtual World, AI, dan IoT dalam lingkungan yang dinamis dan inovatif,”  Prof. Eko Indrajit.