
Jakarta — Panasonic-GOBEL Group kembali menggelar pameran seni ART with HEART pada 21–24 Mei 2026 di Gandaria City, Jakarta. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, program tersebut difokuskan untuk memperluas akses seniman difabel terhadap dunia seni profesional dan pasar kreatif.
Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Mohammad Arif Rachmat Gobel, mengatakan tema “KAMI” dipilih dalam penyelenggaraan tahun ini sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi.
“Dalam bahasa Indonesia, KAMI berarti kebersamaan, sementara dalam bahasa Jepang memiliki makna spirit atau energi positif. Tema ini sejalan dengan tujuan kami untuk memberikan kesempatan bagi semua pihak agar bisa berkembang secara profesional dan mandiri,” ujar Arif saat membuka pameran ,Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Sebanyak 70 karya seni ditampilkan dalam pameran tersebut. Menurut Arif, jumlah itu dipilih untuk menandai 70 tahun perjalanan Gobel Group di Indonesia.
“70 karya ini merepresentasikan 70 tahun Gobel Group mengabdi untuk negeri. Ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami untuk terus memberi kontribusi kepada masyarakat,” katanya.
Karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil kolaborasi antara seniman difabel dan seniman senior Indonesia. Berbeda dari konsep lelang seni, pengunjung dapat membeli karya secara langsung melalui tim penyelenggara.
Hasil penjualan karya disebut akan disalurkan kepada sejumlah yayasan mitra yang bergerak di bidang pemberdayaan kelompok berkebutuhan khusus.
“Hasilnya akan kami sumbangkan ke yayasan-yayasan yang menjadi partner,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, selama tiga tahun pelaksanaan ART with HEART, Panasonic-GOBEL terus memperluas bentuk dukungan terhadap seniman difabel, termasuk melalui kolaborasi desain kalender perusahaan dan merchandise peringatan 70 tahun Gobel Group.
“Kami tidak hanya menyediakan wadah pameran, tetapi juga berupaya mendukung mereka melalui kolaborasi nyata,” tuturnya.
Menurut Arif, program tersebut lahir dari pandangan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi dan talenta yang perlu mendapatkan ruang lebih luas untuk berkembang.
“Kami melihat teman-teman difabel memiliki banyak talenta yang belum seluruhnya tereksplorasi. Dengan dukungan jaringan seniman senior dan maestro Indonesia, kami mencoba membangun kolaborasi yang memberi ruang lebih besar bagi mereka,” katanya.
Apresiasi Masyarakat
Kurator pameran “KAMI”, Ina Silas, menilai eksposur yang luas dapat membantu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya seniman difabel.
“Saya berharap karya seni rupa seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan apresiasi yang sama dari masyarakat dan pecinta seni,” ujar Ina.
Selain pameran dan charity art fair, ART with HEART 2026 juga menghadirkan kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan seniman difabel sebagai mitra kreatif profesional. Pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah aktivitas interaktif seperti tote bag painting dan social media challenge.
Melalui program ini, Panasonic-GOBEL Group menyatakan ingin terus mendorong terciptanya ekosistem yang lebih inklusif, sekaligus membuka peluang bagi seniman difabel untuk berkembang secara mandiri melalui seni dan kolaborasi kreatif.