
Jakarta — Peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memberikan sentimen positif terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan Senin (24/2), di mana IHSG dibuka menguat 13,582 poin atau 0,20 persen ke level 6.816,584.
Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji, menilai peluncuran Danantara oleh Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sentimen positif untuk pasar modal.
Menurutnya pelaku pasar menghendaki Danantara dikelola oleh orang-orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas.
“Karena memang aset BUMN ini kan totalnya sampai Rp 1.400 triliun, kalau benar-benar dikelola secara efektif jadi hal positif bagi pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Nafan kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/2).
BACA JUGA: Rupiah Menguat 16.275 per Dolar AS Usai Peluncuran Danantara
Ia menilai kehadiran Danantara juga baik bagi pasar modal karena dapat menciptakan modal masuk atau inflow pada pasar.
“Selama ini pertumbuhan ekonomi 5 persen ditopang oleh konsumsi masyarakat, maupun government spending. Peningkatan investasi tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, jadi Danantara memang harus cepat dibentuk,” kata Nafan.
Pada Senin, Prabowo menandatangani UU Nomor 1 tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha milik Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2025 tentang organisasi dan tata kelola BP Danantara.
Prabowo juga menandatangani Keputusan Presiden Nomor 30 tahun 2025 tentang pengangkatan dewan pengawas dan badan pelaksana Danantara.