Kurang Diminati Generasi Muda, Kemendiktisaintek Fokus Perkuat Ekosistem Saintek Nasional

AKM • Wednesday, 19 Feb 2025 - 05:14 WIB
Penjabaran Program Prioritas oleh Jajaran pejabat Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Istimewa)

Jakarta - Ditengah adanya efisiensi anggaran APBN, setiap lembaga termasuk kememtetruan harus memiliki program priotas untuk dikerjakan. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek)Yudi Darma mengatakan program prioritas Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, pada tahun ini fokus untuk memperkuat ekosistem sains dan teknologi (saintek) nasional.

Yudi menjelaskan, dengan  program prioritas tersebut, menjadikan Indonesia lumbung ilmu pengetahuan yang diakui di kancah global.

“Potensi Indonesia sendiri sangat kaya, baik dilihat dari keanekaragaman hayati, sumber daya mineral, hingga budaya,” katanya saat acara ngopi bareng di Jakarta, Selasa (18/2/2025). 

Yudi mengungkapak perkembangan Saint dan Teknologi kurang diminiati gemerasi muda Indonesia karena dianggap identik dengan keilmuan yang didiakses oleh ilmuwan dan akademisi.

“Jadi peminat MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) itu menurun sekarang, khususnya fisika. Ada beberapa kampus yang sudah tutup tuh prodi fisikanya. Halnini sebagai ironi, sebab sains salah satu kunci utama menciptakan peradaban berkualitas yang berteknologi tinggi,” tutur Yudi.

Ia menjelaskan, sains dan teknologi perlu didekatkan kepada khalayak luas untuk membentuk masyarakat ilmu pengetahuan (citizen-based science). Hal ini penting untuk menghindarkan masyarakat dari berbagai fenomena sosial, seperti penyebaran hoaks, kasus judi online, dan pinjaman online.

“Ada beberapa arah kebijakan yang akan diikuti dan dikembangkan. Kami ingin mewujudkan masyarakat yang sangat dekat dengan saintek,” katanya.

“Jadi masyarakat yang benar – benar dekat dan menjadikan ilmu sains itu budaya kesehariannya sudah berlandaskan pada sains, jadi mereka akan bersikap, bertindak dan mengambil keputusan based on saintek,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, program yang disiapkan untuk diseminasi dan pemanfaatan saintek.

“Ketika pemanfaatan saintek semakin besar, maka harapannya sains akan membudaya, bahkan mampu tumbuhnya ekonomi yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui implementasi saintek,” ungkapnya.

“Kemudian terciptanya masyarakat yang berbasis pada ilmu pengetahuan citizen-based science dan terciptanya ekosistem saintek yang inklusif dan berkelanjutan itulah yang menjadi harapan kita ke depannya nanti,” imbuh Yudi.

Pada ranah diseminasi saintek, Yudi memaparkan, pihaknya akan memberdayakan berbagai asosiasi untuk melakukan diplomasi sains. 

“Strategi yang dilakukan tidak sebatas memamerkan produk atau inovasi saintek, tetapi juga menggabungkan saintek dengan seni. Agar lebih mudah diterima dan dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat.Program ini nantinya akan dinamai rapsodi saintek dan seni,” tamdasnya.