Mendes Yandri Ingatkan Kades Tidak Main-main Kelola Dana Desa

ANP • Monday, 3 Feb 2025 - 19:06 WIB

Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto terus menggandeng banyak pihak untuk maksimalkan pembangunan desa, terbaru menggandeng Universitas Indonesia. Semua pihak termasuk media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) diajak kolaborasi mengingat jumlah desa yang mencapai 75.265.

"Jumlah desa banyak dan Dana Desa juga besar, tahun ini totalnya Rp71 Triliun. Nah inilah perlu pengawasan, perlu kolaborasi dengan banyak pihak," kata Mendes Yandri di Jakarta, Senin (3/2/2025).

Mendes Yandri menuturkan, dirinya telah menandatangani kerjasama dengan Polri dalam rangka melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pembangunan desa, termasuk dana desa itu. Kedepan juga pihaknya akan terus melakukan kolaborasi dengan banyak pihak.

Dirinya telah sosialiskan Permendesa Nomor 2 tahun 2024 ke para Kepala Desa (Kades) di sejumlah zona bersama Polri dan Kejaksaan Agung. Saat itu, Mendes Yandri paparkan begitu pentingnya fokus penggunaan anggaran, oleh karenanya Kades tidak boleh main-main.

Bahkan sekarang ada informasi awal jika ada oknum Kades yang gunakan Dana Desa untuk judi online dan persoalan lainnya, olehnya Mendes Yandri bakal sambangi PPATK untuk menyikapi fakta-fakta terbaru itu.

"Tidak boleh lagi ada penyalahgunaan dana desa, termasuk oknum-oknum yang memanfaatkan atau menggeruguti Dana Desa," kata Mantan Wakil Ketua MPR ini. 

Soal video dirinya yang viral tentang LSM yang mengganggu dan wartawan Bodrex, Mendes Yandri menegaskan jika yang dimaksudnya dirinya adalah oknum-oknum LSM dan Media. 

"Bukan LSM secara menyeluruh, bukan wartawan secara keseluruhan tapi oknum-oknum wartawan. Itu yang saya maksud, oleh karena itu jikapenyampaian kami kemarin ada yang tersinggung, ada yang salah dalam memahami, tentu kami sebagai manusia biasa mohon maaf," kata Mendes Yandri. 

"Kami mengajak kolaborasi semua pihak, termasuk semua unsur LSM yang baik-baik, yang hebat-hebat itu, ayo bergandengan tangan untuk membangun desa," 

Mendes Yandri mencontohkan, jika dirinya bakal menerima audiensi LSM tentang pertanahan, begitu siap kolaborasi dengan media untuk memastikan pembangunan atau pemanfaatan dana desa on the track, benar adanya.

"Kami imbau Para kades, jika oknum-oknum LSM, oknum-oknum wartawan, atau oknum-oknum yang lain, yang mengatasnamakan profesi lain, kalau ada yang memeras atau menekan atau merecoki, mengganggu, kami mohon dengan sangat untuk tidak ragu melaporkan kepada aparat penegak hukum," kata Mendes Yandri. 

"Karena kami sudah melakukan kerjasama dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, termasuk kami besok akan ke PPATK. Jadi ini sangat serius kami, semua kami lakukan ini dalam rangka ingin mewujudkan bangun desa, bangun Indonesia, desa terdepan untuk Indonesia," 

Untuk maksmalkan pengawasan, digitalisasi menjadi salah satu solusi. Selain itu, telah disusun petunjuk teknis penggunaan Dana Desa, termasuk modul-modul untuk Desa Tematik.

"Supaya mereka ada panduan. Kalau mereka mau memanfaatkan misalkan desa ayam petelur, ada modulnya kita luncurkan. Nah memang sekarang sedang dilaksanakan Festival Bangun Desa," kata Mendes Yandri.

Turut mendampingi Mendes Yandri, Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, Kepala Biro Humas Andi Nita Aries, dan Kepala Biro Umum Abu Rosyid Istomy.