Panglima TNI Dorong Perubahan Doktrin Peperangan agar Lebih Modern

ANP • Friday, 31 Jan 2025 - 09:24 WIB

Jakarta – Panglima TNI menegaskan pentingnya pembaruan doktrin peperangan untuk menghadapi tantangan zaman. Dalam sebuah pernyataan, ia menyoroti bahwa doktrin yang digunakan saat ini masih merupakan produk lama dan perlu disesuaikan dengan perkembangan terbaru di dunia militer.

"Kemarin saya ke Australia, taktik infanteri mereka 100 persen diubah. Mereka memperbarui doktrin setiap tiga atau lima tahun," ujar Panglima TNI dalam Rapim TNI 2025 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (31/1/2025).

Ia juga menekankan bahwa perubahan ini bukanlah hal yang mudah, terutama bagi lembaga pendidikan militer seperti Kodiklat TNI, Kodiklat AD, AL, dan AU. Namun, perubahan harus dilakukan agar strategi pertahanan nasional tetap efektif.

Panglima TNI mengajak seluruh prajurit untuk menjadi agen perubahan dan tidak alergi terhadap inovasi. Ia menyoroti adanya resistensi dari sebagian pihak, terutama mereka yang sudah mendekati masa pensiun, terhadap ide-ide baru yang diajukan oleh generasi muda.

"Kita semua harus jadi agen perubahan. Jangan alergi kalau ada perubahan. Orang kita itu kalau ada perubahan belum apa-apa sudah ngomel," tambahnya.

Sejumlah taktik tempur telah dievaluasi di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklat Passus) serta diterapkan di daerah operasi. Hasilnya, Panglima TNI menyebut bahwa kelompok bersenjata kini lebih berhati-hati dalam melakukan serangan karena mereka yang menyerang justru akan mengalami kerugian besar.

Dengan pembaruan doktrin ini, TNI berharap dapat meningkatkan efektivitas operasi di lapangan dan menghadapi ancaman dengan strategi yang lebih modern serta adaptif.