Gandeng TNI dan Polri, BPIP Terapkan Pengujian Disiplin Ketat Setara Standar Militer

MUS • Wednesday, 17 Jun 2026 - 21:51 WIB

JAKARTA — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) resmi menggelar tahapan Verifikasi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat 2026 di Jakarta. Seleksi nasional ini mempertemukan putra dan putri terbaik yang menjadi peserta calon Paskibraka perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia.

​Seluruh peserta wajib melewati tahapan krusial untuk mengukur kelayakan mereka, di antaranya verifikasi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan unjuk minat bakat.

​Tahapan pengujian tersebut, khususnya verifikasi PBB, diawasi secara ketat oleh tim verifikator gabungan dari unsur TNI dan Polri untuk memastikan standar kedisiplinan dan kualitas setiap peserta. Perwira Urusan Perencanaan dan Pengendalian Pendidikan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nurakhmi Rusdhiyani selaku tim verifikator dari unsur Polri, memaparkan bahwa indikator penilaian mencakup sikap sempurna, istirahat, penghormatan, langkah terbatas, jalan di tempat, langkah biasa, langkah tegap, hingga kemampuan memberikan aba-aba.

​Terkait kesan terhadap peserta tahun ini, ia menilai persiapan mereka sudah cukup matang meskipun tetap ada catatan evaluasi.

​"Perwakilan sudah dengan persiapan yang baik namun masih perlu peningkatan konsentrasi dan pengurangan kelalaian. Apapun hasilnya, peserta adalah yang terbaik dari provinsi masing-masing dan tetap Paskibraka meski berbeda tempat pelaksanaan," ungkap Nurakhmi memberikan motivasi.

Persaingan Makin Berat, Pemda Diminta Matangkan Pembinaan

​Melengkapi hal tersebut, Letnan Kolonel (Letkol) Khasan Syukur yang hadir sebagai tim verifikator dari unsur TNI menambahkan bahwa standar kedisiplinan yang diterapkan dalam tahap verifikasi ini setara dengan standar militer atau kepolisian. Khasan mengapresiasi kondisi awal para peserta yang dinilai sudah memiliki kesiapan yang baik sejak awal kedatangan di ibu kota.

​"Pemerintah daerah diharapkan lebih matang dalam mempersiapkan peserta untuk seleksi tingkat pusat karena persaingan semakin berat," pesan Khasan kepada jajaran pemda.

​Ia juga menegaskan kepada peserta yang belum berhasil lolos agar tidak mudah patah arang. "Kegagalan dijadikan pemicu untuk meningkatkan usaha di masa mendatang," tegas Khasan.

Perjuangan Fisik dan Mental dari Ujung Nusantara

​Standar kedisiplinan tinggi dalam verifikasi PBB ini sangat dirasakan oleh Abraham, peserta calon Paskibraka perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perjalanan jauh ke ibu kota menuntutnya berjuang ekstra untuk mengalahkan rasa lelah dan menjaga fokus selama seleksi berlangsung dari pagi hingga malam hari.

​"Mental yang kuat dan kedisiplinan adalah kunci utama untuk bertahan dalam proses seleksi yang panjang dan melelahkan," ungkap Abraham mengenai perjuangannya.

​Sementara itu, pada tahapan verifikasi minat bakat, peserta dituntut menunjukkan rasa percaya diri melalui penampilan yang merepresentasikan identitas daerahnya. Piandara Aurora, peserta calon Paskibraka perwakilan Provinsi Jawa Barat, tampil memukau membawakan lagu daerah. Remaja yang akrab disapa Dara ini memusatkan persiapannya pada latihan vokal intensif dan kesiapan mental guna mengatasi rasa canggung di hadapan tim verifikator.

​"Mulailah dari niat yang kuat, perbanyak pengetahuan tentang TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Inteligensia Umum), minat bakat, dan PBB, serta yang paling penting adalah selalu menjaga kesehatan fisik dan mental sejak awal," saran Dara bagi generasi muda yang berminat mendaftar di tahun mendatang.

​Secara keseluruhan, kemampuan para peserta di bidang PBB dan minat bakat membuktikan kesiapan matang generasi muda dari 38 provinsi di tingkat nasional. Dukungan serta transparansi sistem rekrutmen dari BPIP juga dinilai sangat baik oleh peserta dalam menciptakan iklim kompetisi yang sehat, jujur, dan berdisiplin tinggi.