Sektor Migas juga Dukung Program Makan Bergizi Gratis

FAZ • Wednesday, 22 Jan 2025 - 13:38 WIB

JAKARTA - Ketersediaan minyak dan gas bumi (migas), dinilai memiliki dampak yang luas terhadap berbagai sektor, termasuk didalamnya upaya pemerintah dalam mendorong program makan bergizi gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Turman Simanjuntak, yang membidangi HSDA (Hilirisasi Sumber Daya Alam), di sela-sela acara Pelantikan Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Masa Bhakti 2024-2027, di Soehanna Hall, The Energy Building Jakarta, Senin (20/1/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Turman yang juga sebagai pendiri POSTIDAR (Poros Tiga Daerah), bersama Sulaiman haikal dan  Ahmad Kailani, menjelaskan, produksi minyak harian tercatat rata-rata sekitar 591.706 BOPD, dan produksi gas harian rata-rata sekitar 6.464 MMSCFD.

"Di sisi lain, concern pemerintah untuk tetap bisa menjaga pasokan migas, karena bila tidak, bisa berdampak harga migas naik, dan secara linier biaya penyediaan harga produksi makanan juga meningkat, sehingga dapat mengganggu program MBG tersebut," ujar Turman.

Lebih lanjut Turman berharap, ketersediaan migas yang cukup, memungkinkan pemerintah tetap mempertahankan subsidi energi, yang berimplikasi pada penekanan biaya operasional program sosial.

"Dalam konteks makan bergizi gratis, subsidi migas dapat membantu menekan biaya transportasi, untuk supply bahan makanan, pengolahan dan pendistribusiannya ke semua lokasi, untuk 82,9 juta penerima manfaat," katanya.

Menurutnya, saat ini cadangan operasional BBM yang tersedia berkisar, yaitu bensin/gasoline (pertalite, pertamax, pertamax turbo) sekitar 18 - 20 hari, dan Minyak Solar/gasoil (biosolar, dexlite, perta dex) berkisar 17 hari.

"Selain masih cukup untuk memenuni kebutuhan BBM dan Gas di bulan puasa dan lebaran, juga masih cukup untuk mendukung kelancaran program MBG, yang dijalankan oleh pemerintah," ungkapnya.

Ia menyatakan, kestabilan harga BBM dan Gas, dapat menjamin anggaran biaya produksi MBG, dapat tetap terjaga porsi dan kualitasnya, sesuai dengan ketentuan dari pemerintah melalui SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang telah dibentuk.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga menetapkan untuk menggunakan bahan-bahan makanan, yang berasal dari komoditas lokal, sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi lokal.

“Sangat baik dan harus didukung, ketersediaan migas dan kestabilan harga bahan pokok makanan, untuk mendorong program MBG selama 5 tahun kedepan, sebagai investasi kesehatan dan penguatan sektor ekonomi,” ucapnya.