iPhone 16 Gagal Masuk Indonesia, Ini Alasannya!

FAZ • Monday, 13 Jan 2025 - 15:41 WIB

JAKARTA - Kehadiran iPhone 16 di pasar Indonesia masih belum menemui titik terang. Negosiasi alot antara Apple dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap kompleksitas tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menarik investasi teknologi skala global, sekaligus mencerminkan ambisi untuk mengembangkan industri teknologi dalam negeri.

Pengamat ekonomi dan bisnis, Ahmad Tauhid mengatakan, keunggulan kompetitif Vietnam sebagai pusat produksi Apple saat ini terletak pada integrasi rantai pasok yang telah mapan. Memindahkan sebagian atau seluruh proses produksi ke Indonesia akan membutuhkan investasi besar dan waktu yang panjang untuk membangun ekosistem pendukung yang setara. 

"Bayangkan, satu produk Apple membutuhkan 41 - 60 industri pendukung. Kedekatan geografis Vietnam dengan pemasok di Korea dan Jepang juga menjadi keuntungan yang sulit diimbangi Indonesia," ucap Tauhid kepada Radio MNC Trijaya dalam program Trijaya Hot Topik Pagi, Jumat (10/1/25).
 
Regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih ketat juga menjadi faktor penghambat. Apple kini dituntut untuk membangun industri manufaktur yang lebih komprehensif di Indonesia, bukan hanya pusat pelatihan seperti sebelumnya. Ia menyebut adanya "cemburu" dari industri lain yang merasa Apple mendapat perlakuan istimewa.

"Ada sentimen dari industri lain yang merasa Apple mendapat perlakuan istimewa," ujar Tauhid.

Selain itu, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di sektor teknologi, namun masih menghadapi tantangan dalam hal kemampuan manufaktur dan infrastruktur pendukung. Tauhid mengakui bahwa kemampuan manufaktur teknologi Indonesia masih dalam tahap awal.  

"Standar kualitas dan efisiensi Apple yang tinggi menjadi tantangan yang perlu diatasi," tambahnya.  

Negosiasi ini menawarkan kesempatan untuk menarik investasi teknologi global dan mengembangkan industri dalam negeri, untuk itu Tauhid menyarankan pendekatan strategis dan bertahap untuk meningkatkan daya saing Indonesia di sektor manufaktur dan teknologi. (BTR)