Pemerintah Siapkan Rp 17,1 Triliun untuk Revitalisasi 10 Ribu Sekolah di 2025

ANP • Monday, 30 Dec 2024 - 11:18 WIB

Jakarta – Pemerintah Indonesia, melalui koordinasi Menko PMK Pratikno, menetapkan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam Rapat Tingkat Menteri yang melibatkan sejumlah kementerian seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kementerian Keuangan, pemerintah menyusun program quick win pendidikan untuk tahun 2025.

Fokus utama adalah revitalisasi 10 ribu sekolah di seluruh Indonesia dengan anggaran sebesar Rp 17,1 triliun.

Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menjelaskan, bahwa program ini mencakup perbaikan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, terutama akibat bencana alam.

“Sebanyak 10 ribu sekolah akan direnovasi pada 2025. Pelaksanaan renovasi akan dilakukan oleh Kemendikdasmen, yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian PUPR. Data sebaran sekolah ini sudah diperoleh dari pendataan oleh PUPR dan Kemendikdasmen,” ujar Menko PMK Pratikno, di Jakarta, Senin (30/12/2024).

Menurut Pratikno, selain revitalisasi, pemerintah juga merancang program Sekolah Unggulan Garuda, sebuah inisiatif untuk menciptakan SMA berstandar internasional dengan konsep boarding school.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi (Mendikti Saintek) Satrio Sumantri Brojonegoro menyebut bahwa sekolah unggulan ini dirancang untuk melahirkan lulusan yang siap bersaing di tingkat global.

“Saat ini, targetnya adalah mendirikan 20 Sekolah Unggulan Garuda baru hingga 2029 dan meningkatkan 20 sekolah unggulan yang sudah ada. Kurikulumnya akan menggabungkan standar nasional dengan tambahan internasional. Lulusan sekolah ini diarahkan untuk masuk ke perguruan tinggi berkelas dunia,” jelas Satrio.

Anggaran untuk program ini termasuk beasiswa untuk siswa dan pelatihan guru berstandar internasional. “Guru yang mengajar harus dipilih dengan ketat, sesuai dengan reputasi pendidikan global,” tambahnya.

Revitalisasi sekolah madrasah tetap dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 2,4 triliun. “Perbedaan anggaran ini disesuaikan dengan jumlah dan kebutuhan masing-masing sekolah,” ujar Wakil Menteri PUPR, Diana.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa semua program akan dilakukan secara transparan dengan tata kelola yang baik.

“Kita ingin memastikan seluruh langkah ini tepat sasaran, baik untuk revitalisasi maupun pengembangan Sekolah Unggulan Garuda, demi masa depan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.