
TANGERANG SELATAN - National Battery Research Institute (NBRI) merayakan ulang tahun ke-4 yang diselenggarakan di gedung Indonesian Life Science Center (ILSC), Kabupaten Bogor, Jawa Bara pada Selasa (10/12/2024). Mengambil tema "NBRI Innovation in Powering Indonesia’s Battery Revolution" perayaan HUT ke-4 ini diharapkan menjadi momentum penting bagi perkembangan teknologi baterai di Indonesia.
Acara dibuka oleh Prof. Evvy Kartini dan Prof. Alan Drew, Pendiri dan Co-Founder NBRI dan dihadiri oleh para mitra baik dari sektor industri, pemerintah, maupun akademik.
Dalam sambutannya, Prof Evvy Kartini menjelaskan NBRI merupakan pusat unggulan independen di Indonesia yang berfokus pada inovasi baterai dan energi terbarukan. Lembaga ini berkomitmen mendukung penelitian, pelatihan, dan pendidikan di bidang teknologi penyimpanan energi elektrokimia dan energi terbarukan, guna memperkuat kapasitas penelitian serta meningkatkan ekosistem pelatihan di tanah air.
“Sebagai platform kolaboratif, NBRI menjembatani para peneliti, akademisi, mitra industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya yang memiliki visi sama dalam pengembangan teknologi baterai,” ujar Prof Evvy.
Visi utama NBRI adalah mendorong kemandirian energi Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk pengembangan industri baterai nasional.
Melalui misinya, NBRI berupaya mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dalam penelitian dan produksi baterai, membentuk lembaga riset nasional yang solid, serta memperkuat visibilitas penelitian baterai di tingkat pemerintah. Dengan langkah ini, NBRI berharap dapat berkontribusi signifikan dalam menjadikan Indonesia pemain utama di industri energi global.
Selama 4 tahun berdiri, NBRI jelas Prof Evvy, telah mencatat berbagai capaian luar biasa di bidang penelitian dan pengembangan (R&D Innovation), pelatihan keterampilan, dan standarisasi pengujian baterai. Beberapa capaian tersebut diantara, pertama, sebagai salah satu aktor utama dalam elektrifikasi sektor transportasi dan solusi energi berkelanjutan di Indonesia, NBRI telah memperoleh 4 paten, menerbitkan 116 publikasi, serta terlibat dalam 26 proyek dan 64 konsultasi.
Kedua, dalam hal upayanya mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja, NBRI telah menyelenggarakan 36 pelatihan dengan total peserta sebanyak 862 orang dari 205 industri dan institusi. Para peserta mengikuti 88 kegiatan berkualitas untuk mendalami teknologi baterai, dengan tingkat kepuasan mencapai skor 4,72 dari 5.
Ketiga, NBRI telah berperan sebagai fasilitator kolaborasi melalui pelaksanaan berbagai acara berskala internasional. Tujuh konferensi internasional yang diselenggarakan NBRI telah menghadirkan 299 pembicara dan 1.105 peserta dari 256 institusi di 29 negara.
"Salah satu pencapaian terbesar NBRI kata Prof Evvy adalah terselenggaranya International Battery Summit (IBS) pertama di Indonesia, yang menarik 487 peserta, 72 pembicara, dan 296 pemangku kepentingan dari 20 negara," terang Prof Evvy.
Keempat menyelenggarakan kompetisi bagi mahasiswa sebagai baagian dari komitmen NBRI terhadap inovasi. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 91 tim peserta dari 31 universitas dan 22 jurusan berbeda dalam lima ajang kompetisi inovasi.
“Melalui berbagai inisiatif ini, NBRI terus menunjukkan peran strategisnya dalam memajukan teknologi baterai dan menciptakan masa depan energi berkelanjutan di Indonesia,” tegasnya.
Pencapaian lain, kata Prof Evvy adalah menciptakan ekosistem dinamis yang memadukan penelitian akademis, kolaborasi industri, dan kerja sama internasional. Inisiatif ini mencakup seluruh rantai pasok baterai, dari hulu hingga hilir, dan mencerminkan komitmen NBRI terhadap kolaborasi global untuk mendukung pemanfaatan teknologi baterai, khususnya dalam energi terbarukan dan elektrifikasi transportasi.
Pada kesempatan tersebut NBRI juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Treesse Progetti Indonesia, Relith, Shanghai Metal Market, Universitas Diponegoro, dan BINUS ASO School of Engineering. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik, terutama dalam sektor baterai.
“Kesepakatan ini menegaskan komitmen bersama untuk berkolaborasi di bidang penelitian dan pengembangan (R&D Innovation) teknologi baterai, serta pengembangan sumber daya manusia, sebagai upaya mempercepat transformasi energi berkelanjutan di Indonesia,” terangnya.
Perayaan ulang tahun ini diakui Prof Evvy menjadi momen strategis bagi NBRI untuk mempererat hubungan dengan para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi pada keberhasilan institut. Melalui kemitraan dengan lembaga pemerintah, sektor industri, dan komunitas akademis, NBRI terus mendorong kolaborasi yang bertujuan mempercepat perubahan berkelanjutan.
“Langkah ini menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang lebih kuat dan berdaya saing,” tutup Prof Evvy.