
JAKARTA - Lima pelajar Sekolah Menengah Atas di Jakarta yang berasal dari SMA Labschool Kebayoran Baru dan SMA N 34 Jakarta menginisiasi EmpowerHer sebagai media advokasi dan edukasi isu Kesehatan reproduksi bagi remaja di Indonesia. EmpowerHer hadir dengan fokus peningkatan kesadaran pentingnya Kesehatan reproduksi bagi remaja di Indonesia, terutama kemiskinan menstruasi.
Inisiasi ini merupakan bagain dari proyek social kelima remaja sebagai penerima Program Persiapan Sarjana Beasiswa Indonesia Maju Angkatan 4. Mereka didorong untuk membuat sebuah proyek sosial yang bertujuan membantu masyarakat sekaligus memajukan anak-anak bangsa. EmpowerHer, yang terbentuk pada bulan Juli lalu, mengatasi tantangan tersebut melalui berbagai kegiatannya, seperti penyuluhan, workshop, dan berbagai kegiatan edukasi lainnya.
Demi meningkatkan edukasi serta kesadaran pentingnya kesehatan reproduksi, EmpowerHer melakukan berbagai penyuluhan, khususnya beberapa SMP di daerah Jakarta Utara. Acaranya meliputi pemaparan materi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas, games, dan juga tes sebelum dan sesudah kegiatan berisi pertanyaan umum tentang kesehatan reproduksi. Materi yang disampaikan berisi banyak wawasan mengenai perkembangan remaja hingga cara menjaga kesehatan reproduksi diri. Suatu hal yang berbeda, audiens dalam kegiatan ini tidak hanya perempuan, namun laki-laki juga.
“Kami mengundang siswi perempuan dan juga siswa laki-laki untuk mengurangi tabu dan juga stigma mengenai proses reproduksi perempuan, seperti menstruasi. Juga, tidak kalah penting mereka belajar menjaga kespro laki-laki yang benar,” ujar Aila, ketua EmpowerHer.
Selain penyuluhan, EmpowerHer juga menggelarkan workshop yang dihadiri oleh Duta-duta HerWarriors. Duta HerWarriors dipilih dari kegiatan penyuluhan karena merupakan peserta yang aktif. Workshop pertamanya dilaksanakan di sebuah kafe daerah Jakarta Utara yang mengundang sejumlah 10 remaja terpilih. Selama kegiatan, peserta diberi materi problem-solving dan tugas mereka adalah membuat sebuah solusi atas masalah—seperti pemberdayaan perempuan, edukasi kespro, dll—yang disajikan di sebuah poster dan disampaikan depan peserta lainnya. Setelah itu, mereka juga diajak untuk membuat sabun dari minyak jelantah bersama-sama. Selain Duta Herwarriors yang terpilih, EmpowerHer juga mengundang remaja-remaja perempuan berprestasi untuk berbagi cerita dan menyumbang ide-idenya selama acara berlangsung.
“Harapannya dengan kegiatan workshop seperti ini, perempuan lebih merasa percaya diri, berpikir lebih kreatif, dan juga terinspirasi oleh kakak-kakaknya untuk meraih prestasi,” kata Visha, siswa SMA Labschool Kebayoran Baru selaku wakil ketua EmpowerHer.
Selanjutnya, EmpowerHer mengadakan workshop kedua di Jakarta Selatan. Berbeda dari sebelumnya, pesertanya pun meningkat menjadi sekitar 40 remaja. Ditambah juga, mereka mengundang remaja dari Panti Asuhan Nurul Hasanah untuk mengikuti rangkaian kegiatannya. Workshop kedua diawali dengan pemaparan materi oleh dr. Chairu Ummatin Rangkuti mengenai kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, dan juga kemiskinan menstruasi. Lalu, mereka juga diberi materi problem-solving seperti di workshop pertama. Setelah memberi presentasi dan juga mendengar penyampaian kelompok lainnya, peserta di ajak untuk dekorasi menstrual kit. Kit tersebut berisi pembalut, sabun, dan kebutuhan higenis lainnya. Peserta dianjurkan untuk menghiasnya se-kreatif mungkin dan juga memberikan pesan baik karena menstrual kit tersebut akan didonasikan ke Panti Mizan Amanah, Cipete. Total sebanyak 30 buah menstrual kit berhasil diberikan oleh EmpowerHer
Untuk mendanai rangkaian penyuluhan perdana, mereka melakukan penggalangan dana di sekolah masing-masing. Contohnya menjual minuman, makanan, serta membuka open donation di media sosialnya. EmpowerHer juga bekerja sama dengan berbagai media partner serta sponsor untuk mendanai kegiatannya. Alhasil, EmpowerHer terpilih antara ratusan proyek sosial Beasiswa Indonesia Maju Angkatan 4 untuk menjadi pengisi acara pada Panggung Inspira. Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian Gelar Karya BIM yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 Desember 2024.
Semoga EmpowerHer dapat menjadi inspirasi bagi remaja-remaja lainnya untuk memulai perubahan serta mengembangkan rasa empati terhadap masalah-masalah yang dihadapi, terutama di Indonesia. Dan juga, diharapkan EmpowerHer dapat terus menjalani misinya untuk menumpas kemiskinan menstruasi serta meningkatkan edukasi sesuai dengan slogannya,
“Menormalisasi, Mengedukasi, dan Menjaga Kesehatan Reproduksi Bersama EmpowerHer!”