Puncak Peringatan HGN 2024, Mendikdasmen Umumkan Kebijakan Baru Bagi Guru

AKM • Thursday, 28 Nov 2024 - 19:41 WIB
Mendikdasmen, Prof Abdul Muti Berikan Sambutan Pada Puncak Peringatan HGN 2024 ( Istimewa)

Jakarta - Dalam meningkatkan kualitas guru dengan mengoptimalkan waktu pengajaran yang terbebanj adminitrasj, pemerintah akan menerbitkan kebijakan baru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti menyatakan pihaknya akan menyederhanakan pelaporan kinerja guru.  para guru tidak dibebankan pelaporan melalui platform E-Kinerja  mulai tahun 2025 mendatang.

"Para guru tidak perlu menghabiskan waktu memenuhi pengelolaan e-kinerja. Mulai tahun 2025, akan diberlakukan pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas yang lebih simpel, tidak ribet, dan tidak perlu ribut," ujar Abdul Mu'ti pada puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2024 di Velodrome, Jakarta, Kamis (28/11).

Abdul Mu'ti menjelaskan laporan pada platform e-Kinerja bakal hanya diisi setahun sekali. Beberapa kewajiban administratif, tidak akan dibebankan kepada para guru lagi.

"Pengelolaan cukup diisi setahun sekali, tidak perlu mengunggah dokumen, dan tidak lagi berbasis poin," tuturnya.

Menurut Abdul Mu'ti, kebijakan tersebut untuk meringankan beban administratif para guru.

Dirinya berharap pengurangan beban administratif bakal meningkatkan kualitas pembelajaran dari para guru.

"Kebijakan tersebut merupakan respon dan jawaban atas aspirasi para guru dan penyelenggara pendidikan swasta serta pemenuhan arahan Bapak Presiden akan pelayanan birokrasi tidak birokratis, berbelit, dan mempersulit masyarakat," pungkasnya. 

Guru ASN Bisa Mengajar di Swasta

Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti mengatakan mulai 2025 juga akan diterbitkan kebijakan yang membuat guru tidak terbebani tugas administrasi.Guru akan dimungkinkan bekerja tak hanya di sekolah negeri, tetapi juga swasta.

"Kami sedang menunggu terbitnya surat keputusan menteri yang menyebutkan bahwa guru ASN tidak hanya bertugas di sekolah-sekolah negeri tapi juga bisa bertugas di sekolah swasta," tegas Prof Mu'ti.

"Ini merupakan respons kami terhadap aspirasi para guru dan masyarakat, khususnya penyelenggara pendidikan swasta," imbuhnya.

Ia menjelaskan kebijakan ini adalah respon atas aspirasi para guru penyelenggara pendidikan swasta dan pemenuhan arahan Presiden untuk penyelenggaraan birokrasi yang tidak berbelit dan mempersulit masyarakat.

"Saya berterima kasih kepada para guru yang bekerja ikhlas penuh pengabdian mencerdaskan dan memajukan bangsa," kata Mu'ti.

Dalam peringatan puncak HGN 2024, turut hadir para menteri seperti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Brodjonegoro, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri KoordinatorBidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo,Kapolri ListyoSigit, dan Ketua Komisi X DPR Dr Hetifah Sjaifudian, dan lainnya.