Kemenhub Pastikan Kereta Otonom IKN Tidak Akan Dikembalikan ke China, Ini Alasannya

FAZ • Thursday, 14 Nov 2024 - 11:52 WIB

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan penjelasan mengenai kereta tanpa rel otonom yang diuji coba di Ibu Kota Nusantara (IKN). Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Risal Wasal, menanggapi isu yang beredar terkait rencana pengembalian kereta tersebut ke China. Menurutnya, kereta tersebut belum memenuhi spesifikasi yang diinginkan oleh Otorita IKN.

"Memang ada beberapa bagian dari hasil proof of concept (PoC) yang belum berfungsi dengan baik, terutama pada sistem autonomous-nya. Meskipun sudah berjalan, sistem tersebut belum optimal," ujar Risal saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/24).

Namun, Risal membantah rumor bahwa kereta tanpa rel tersebut akan segera dikembalikan ke China. Ia memastikan bahwa Indonesia masih membutuhkan kereta otonom ini untuk pengembangan transportasi di IKN. Risal menyebutkan bahwa kereta tersebut akan ditahan di Indonesia hingga akhir tahun, sambil menunggu perbaikan dan penyempurnaan sistemnya.

"Kita tenang dulu, kita masih butuh kereta api. Kita tunggu sampai akhir tahun, semoga bisa beroperasi dengan optimal," jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, juga mengungkapkan hasil evaluasi PoC yang menyatakan bahwa sistem autonomous pada kereta otonom belum berfungsi dengan baik. Ali menambahkan bahwa sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2024, OIKN bertanggung jawab atas pelaksanaan dan penilaian kereta tanpa rel di IKN. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, OIKN akan meminta pihak Norinco untuk mengembalikan kereta ke China jika perbaikan tidak dapat dilakukan.

"Jika tidak, kami akan meminta Norinco mengembalikan trainset ke China sesuai dengan MoU untuk PoC," kata Ali.

Meskipun ada tantangan, Kemenhub dan OIKN berharap kereta otonom ini dapat diperbaiki dan berfungsi dengan baik, mendukung pengembangan transportasi canggih di IKN.