Semangat Nasionalisme dan Persatuan, DPR Putar Lagu Indonesia Raya Setiap Hari Jam 9.56 Wib

AKM • Friday, 8 Nov 2024 - 15:16 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar dan para pegawai saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya (Istimewa)

Jakarta - Seluruh pegawai Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI termasuk para tamu dan lainnya  pada hari ini Jum’at (8/11/2024) tepat pukul 09.56 WIB diwajibkan untuk berdiri dan mengambil sikap sempurna untuk ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Pada hari ini, Jumat 8 November 2024 dan hari-hari selanjutnya, di setiap Pukul 09.56 di seluruh lingkungan gedung DPR RI akan diputar lagu Indonesia Raya. Diwajibkan seluruh pegawai, karyawan, untuk berdiri dengan sikap sempurna menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bahkan anggota dewan yang sedang ada pun juga akan dihentikan untuk menghormati lagu kebangsaan kita. Itu sudah menjadi keputusan pimpinan DPR RI," ungkap Sekjen DPR RI, Indra Iskandar kepada wartawan usai menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya d Gedung Patlemen, Jakarta.

Indra menegaskan, DPR ingin terus mempelopori rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan nasionalisme yang memang harus terus dirawat. Hal itu sesuai ketentuan Pasal 59 ayat (2) huruf a dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kembangsaan. Untuk memperkuat semangat nasionalisme dan persatuan Indonesia tersebut Rapat Pimpinan DPR RI tanggal 7 November 2024 menyetujui untuk dilakukan pemutaran lagu Indonesia Raya pada setiap hari kerja pukul 09.56 WIB di Lingkungan Gedung DPR RI, dan mulai berlaku pada tanggal 8 November 2024.

“Kita berharap, DPR terus mempelopori sikap kebangsaan, sikap nasionalisme, dan persatuan yang kuat di seluruh elemen bangsa. Sehingga diharapkan semua mempunyai semangat yang sama, sikap nasionalisme, sikap persatuan. Namun tentu kebijakan di setiap Kementerian atau lembaga dan unit lain berbeda, DPR tidak bisa mengintervensi itu. Tapi, saya kira ini juga pernah disosialisasikan juga oleh BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila)," pungkasnya.