Dies Natalis ke-65, Untar Teguhkan Komitmen untuk Inovasi Berkelanjutan

AKM • Sunday, 3 Nov 2024 - 14:48 WIB
Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M (Kanan), Wakil Rektor Untar Prof. Dr. Rasji, S.H., M.H.( Kiri), Ketua Yayasan Untar, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H (Tengah),

Jakarta - Universitas Tarumanagara (Untar) menandai 65 tahun perjalanannya dengan perayaan Dies Natalis yang menegaskan komitmen terhadap inovasi dan pembangunan berkelanjutan. Dalam acara puncak yang digelar di Kampus II Untar, Sabtu (2/11/2024), Untar mengusung tema "Innovation for Sustainable Development". Tema ini mencerminkan dukungan Untar terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan komitmen untuk melahirkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Acara Dies Natalis ke-65 Untar dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., yang mengapresiasi semangat inovasi yang tumbuh di kampus ini. Menurutnya, Untar telah menunjukkan kualitas akademik yang unggul serta komitmen dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

“Saya sangat bangga dengan dedikasi Untar dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan dan masa depan bangsa. Semangat inovasi di Untar diharapkan dapat menginspirasi kampus-kampus lain untuk turut serta membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Toni dalam sambutannya.

Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., menegaskan bahwa kekompakan dan sinergi seluruh sivitas akademika adalah kunci untuk membangun lingkungan akademik yang produktif dan inovatif. Dalam upaya menjadikan Untar sebagai universitas kelas dunia, Prof. Amad mendorong kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak untuk menghadapi tantangan global.

“Untar berkomitmen untuk terus berkontribusi nyata bagi bangsa dan dunia, dengan tetap berlandaskan pada prinsip integritas, profesionalisme, dan semangat kewirausahaan,” ujar Prof. Amad.

Untuk mendukung inovasi dan internasionalisasi, Untar berencana membangun asrama dengan kapasitas 180 kamar guna mendukung program pertukaran mahasiswa internasional. Kolaborasi dengan universitas luar negeri seperti National University of Singapore, Murdoch University, dan Curtin University juga telah dijalin, selain dengan sejumlah universitas di Tiongkok dan Jerman.

Rektor Untar menjelaskan  bahwa Untar juga telah membentuk tim khusus untuk mempercepat penerapan inovasi akademik.

“Hal imi mencakup kolaborasi perkuliahan dengan kampus internasional, program akselerasi, pendidikan jarak jauh, dan kelas internasional. Selain itu, langkah-langkah untuk mendapatkan akreditasi internasional juga sedang diupayakan,” tandasnya.

Dies Natalis ke-65 Untar ini tidak hanya melibatkan sivitas akademika, tetapi juga mendapat dukungan dari para alumni yang telah sukses di berbagai bidang. Mitra industri dan UMKM turut diundang sebagai bentuk dukungan Untar terhadap dunia usaha dan pemberdayaan ekonomi lokal. 

Ketua Yayasan Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., menegaskan pentingnya lulusan Untar untuk terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin lulusan Untar menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan menjawab kebutuhan masyarakat yang dinamis,” kata Prof. Ariawan.

Dies Natalis ke-65 Untar ditutup dengan harapan agar semangat inovasi ini terus membara. Untar berkomitmen untuk melanjutkan praktik baik dan memperbaiki aspek yang perlu ditingkatkan demi mencapai visi sebagai universitas yang berkelas dunia.