
JAKARTA - Universitas YARSI kembali menggelar upacara wisuda yang diadakan di kampus Universitas YARSI, Jakarta Pusat pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024. Dalam acara ini, sebanyak 412 mahasiswa sarjana dan pascasarjana dinyatakan telah menyelesaikan pendidikan tinggi di berbagai fakultas.
Dalam wisuda yang digelar di Auditorium Ar-Rahman Universitas Yarsi Jakarta tersebut, ada hal yang berbeda dibanding tahun tahun sebelumnya. Universitas Yarsi memberikan beasiswa full kepada satu putri warga Palestina, bernama Samaa M wafaq Al-Kafarma (Samaa) untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Mahasiswi Palestina ini, tidak hanya mendapatkan biaya pendidikan, tempat tinggal dan biaya hidup selama di Indonesia. Tapi juga biaya pengurusan keberangkatannya dari Palestina menuju Indonesia ke Universtas Yarsi. Peresmian ini disaksikan langsung oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia Dr.Zuhair Al-Shun.
Rektor Universitas Yarsi, Prof Dr.Fasli Jalal, Ph.D menyatakan, semua itu saat acara Wisuda semester genap tahun akademik 2024. Prof Fasli mengatakan, upaya tersebut dilakukan Universitas Yarsi dalam rangka mendukung dan membantu negara Palestina.
"Universitas Yarsi salah satu keunggulannya pada fakultas kedokteran , maka fakultas kedokteran memberikan kesempatan untuk mendidik warga Palestina menjadi dokter. Sebagaimana Pemerintah Indonesia komitmen mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Yang dilakukan Yarsi juga merupakan upaya membantu pemerintah Indonesia. Semoga Palestina segera merdeka,” tegas Prof Fasli.
Sementara Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof.dr. Jurnalis Uddin,P.A.K menyatakan, kali ini Universitas Yarsi baru memberikan kepada satu orang warga Palestina untuk belajar di Fakultas Kedokteran. Namun menurutnya, akan menyusul satu orang lagi yang akan mendapatkan fasilitas yang sama
"Satu orang lagi menyusul sedang persiapan. Kedepannya Yayasan Yarsi akan menambah jumlah mahasiswa Palestina lebih banyak lagi. Tidak hanya Fakultas Kedokteran, tapi Fakultas lainnya ada di Yarsi,” tutur Prof Jurnalis.

Sebelumnya, Universitas dan Yayasan Yarsi dalam pengumpulan dana untuk membantu rakyat Palestina telah menyumbangkan dana sebesar lebih dari satu miliar rupiah. Kini negara Palestina membutuhkan tenaga dokter, kesehatan dan tenaga lainnya. ”Yarsi siap mendidik warga Palestina menjadi profesional,” serunya
Sedangkan Wakil Rektor I, Dr.dr. Wening sari, M.Kes menambahkan, mahasiswi Palestina ini sudah berada di Universitas Yarsi awal Oktober 2024. Untuk melancarkan proses belajar, ditahap awal selama satu tahun,Yayasan, dan Universitas lewat Kantor Urusan Internasional Universitas Yarsi telah membantu mahasiswi Palestina untuk belajar bahasa Indonesia dan memberikan pendampingan tetap yang dibutuhkan.
”Karena fakultas kedokteran uji kopetensinya bahasa Indonesia maka tahap awalnya belajar bahasa Indonesia,” terang Dokter Wening.
Menurut Wening, Samaa ini warga pilihan dari negara Palestina dan saat terpilih di negaranya sudah belajar hampir dua tahun sebagai mahasiswa Farmasi di Palestina. Dari berbagai informasi dan masukan, Universitas Yarsi lewat ke fakultas kedokteran menerima Samaa menjadi mahasiswa kedokteran. Karena Farmasi punya hubungan dengan kedokteran.
Orasi ilmiah pada acara ini disampaikan oleh H. Anies Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D., tokoh nasional yang dikenal sebagai seorang akademisi, aktivis, dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022. Dalam orasinya, Anies memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan tentang peran dan tanggung jawab generasi muda dalam menghadapi masa depan.
"Generasi muda bukan masalah melihat ke belakang tetapi bagaimana melihat dan merubah masa depan," ucapnya. Pak Anies mengajak para lulusan untuk selalu optimis dan berani mengambil inisiatif dalam membawa perubahan positif di masyarakat.
Pendidikan Jarak Jauh
Rektor Universitas Yarsi, Prof Dr.Fasli Jalal, Ph.D menegaskan, pihaknya akan memperluas pembelajaran jarak jauh di Universitas Yarsi. Menurutnya, belajar dari pengalaman saat Covid-19 melanda pembelajaran jarak jauh terbukti efektif. Bahkan kini Universitas Yarsi memiliki Smart Classroom canggih yang akan menjadi keunggulan dalam mewujudkan pembelajaran Jarak Jauh
"Wisuda kali ini merupakan lulusan yang masuk saat Covid-19. Pembelajaran Jarak Jauh dilakukan selama 2 tahun yang terbukti menghasilkan lulusan yang bagus. Smart Classroom ini sanagat bermanfaat. Bahkan mahasiswa bisa mempelajari secara on demand," katanya.
Ia berharap pembelajaran tersebut dapat dilakukan pada 16 program studi. Untuk tahap awal akan diujicoba kombinasi online dan offline. Karena menurutnya, interaksi sosial dosen dan pelajar juga diperlukan.
"Kecanggihan teknologi akan sangat bermafaat. Semester berikutnya nanti makin banyak ya mahasiswa kita yang sudah hybrid dan nanti lama-lama kita akan punya full untuk online," tambahnya.
Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof.dr. Jurnalis Uddin,P.A.K mengakui, angka partisipasi kasar usia 18-24 tahun untuk kuliah di Indonesia masih rendah yaitu 35 persen. Sementara Malaysia sudah berada di 45 persen dan Singapura 55 persen. Untuk itu diperlukan penguasaan teknologi dan riset, agar Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain. Selain itu Menurutnya, pendidikan jarak jauh dinilai sangat baik untuk mengejar ketertinggalan itu.
"Jadi, kalau ada 100 orang yang bisa kuliah hanya 35 orang. Untuk menjadikan SDM yang baik diperlukan penguasaan teknologi, riset dan melalui pembelajaran jarak jauh," katanya.