One Health di Indonesia, Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Kesehatan

AKM • Wednesday, 16 Oct 2024 - 19:19 WIB
Ketua Tim Indonesia’s Global Health Security Program USAID, Monica Latuihamallo dan  Koordinator INDOHUN Prof. Dr. Agus Suwandono berikan keterangan disela-sela acara (Istimewa)

Jakarta - Pandemi COVID-19 memberikan pelajaran penting bagi semua sektor, terutama dalam penerapan pendekatan One Health untuk mencegah pandemi di masa depan. Mengingat banyaknya penyakit zoonosis dan infeksi baru yang menjadi tantangan kesehatan, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat diperlukan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi berkolaborasi dengan Indonesia One Health University Network (INDOHUN) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk menjalankan proyek One Health Workforce Next Generation (OHW-NG). Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di tiga sektor utama: kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan hidup, termasuk satwa liar.

Direktur Jenderal Diktiristek, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, menjelaskan bahwa selama lima tahun pelaksanaan, proyek ini telah menghasilkan berbagai program yang melibatkan civitas akademika, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat. 

"Kami telah melihat dampak signifikan, termasuk peningkatan jumlah lulusan yang kompeten dalam bidang One Health dan terbentuknya jaringan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan," ujar Abdul Haris. dalam sambutannya pada penutupan proyek OHW-NG, Jakarta, Rabu (16/ 10).

Program yang dihasilkan mencakup pelatihan mahasiswa dalam tracing dan testing COVID-19, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam penanganan zoonosis. Selain itu, terdapat delapan One Health Collaborating Centers (OHCC) di Indonesia, yang tersebar di beberapa universitas, seperti Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Udayana.

Melalui program Kedaireka, Kemendikbudristek juga mendorong pengembangan One Health City di Universitas Airlangga dan Kampung One Health di Universitas Cenderawasih. Program magang independen untuk mahasiswa juga diadakan melalui inisiatif One Health Young Leaders.

"INDOHUN dan OHCC diharapkan dapat menjadi think tank bagi Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, serta berkontribusi dalam menyusun kebijakan berbasis bukti untuk pencegahan penyakit dan promosi kesehatan," tambah Abdul Haris.

Ketua Tim Indonesia’s Global Health Security Program USAID, Monica Latuihamallo menekankan pentingnya melanjutkan kerjasama dengan pemerintah Indonesia, terutama dalam meningkatkan kapasitas SDM untuk menghadapi ancaman pandemi. 

"Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini," ungkapnya.

Prof. Dr. Agus Suwandono, Koordinator INDOHUN, mengungkapkan bahwa saat ini program One Health telah diimplementasikan di 20 kampus dengan 32 fakultas, menjadi tren penting di dunia pendidikan.

"One Health bukan hanya mata kuliah, tetapi keterampilan penting yang mencakup kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen partisipatif," katanya.

Beberapa universitas bahkan telah menjadikan One Health Student Club sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa, menunjukkan komitmen mahasiswa untuk berkontribusi dalam penanganan isu kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan ini, diharapkan Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.

Dengan upaya kolaboratif ini, diharapkan Indonesia mampu membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan, serta meminimalkan risiko pandemi yang mungkin terjadi di kemudian hari.