Dorong Transformasi Digital, Kemendikbudristek Luncurkan Buku Panduan GenAI untuk Pendidikan Tinggi

AKM • Friday, 11 Oct 2024 - 20:44 WIB
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Diktiristek, Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani Luncurkan Buku Panduan Penggunaan GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi (Istimewa)

Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan buku panduan berjudul "Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi." Peluncuran berlangsung di Gedung A Kemendikbudristek pada Jum'at (11/10), dengan tujuan memberikan pedoman bagi dosen dan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi GenAI di lingkungan akademis.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Diktiristek, Sri Suning Kusumawardani, mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi kecerdasan buatan telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan.

 “Buku ini hadir sebagai respon terhadap kemajuan tersebut, untuk memfasilitasi transformasi digital yang semakin mendesak dalam pendidikan tinggi,” tuturnya.

Sri menambahkan bahwa GenAI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam pembelajaran, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, personalisasi, dan aksesibilitas pendidikan. 

"Dengan menggunakan GenAI, kita bisa menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan bagi mahasiswa," jelasnya.

Buku panduan ini terdiri dari enam bab yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai GenAI. Beberapa topik yang diangkat meliputi pengantar teknologi GenAI, tantangan etika yang mungkin timbul, serta literasi dan penggunaan praktis GenAI di lingkungan perguruan tinggi. Penekanan juga diberikan pada teknik prompting, yang merupakan keterampilan penting untuk memaksimalkan potensi teknologi ini.

Meskipun GenAI menawarkan berbagai manfaat, Sri Suning menekankan pentingnya peran manusia dalam mengarahkan penggunaannya. 

"Kita perlu mengawasi dan mengendalikan teknologi ini agar dapat digunakan secara etis dan bertanggung jawab," katanya. Dia juga mengingatkan tentang tantangan seperti kesenjangan akses teknologi yang dapat menciptakan ketidakadilan dalam pembelajaran serta risiko plagiarisme yang harus dihadapi.

Buku ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan tinggi, termasuk dosen, mahasiswa, dan institusi pendidikan. Untuk mempermudah akses, buku panduan ini juga dipublikasikan dalam format e-book yang dapat diakses melalui tautan s.id/PanduanGenAI. 

“Dengan panduan ini, kita berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan inovatif, di mana teknologi dan pendidikan dapat bersinergi demi masa depan yang lebih baik,” tutup Sri Suning.

Seperti diketahui GenAI merupakan teknologi yang terus berkembang pesat dan banyak digunakan di berbagai sektor. GenAI menghadirkan perubahan signifikan melalui kemampuan menghasilkan konten kreatif seperti teks, gambar, suara, dan video. GenAI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan mendukung penyelesaian masalah kompleks dan meningkatkan kualitas hidup.