Peringatan Hari Batik Nasional 2024: Perkuat  Identitas dan Ekonomi Melalui Batik

AKM • Thursday, 3 Oct 2024 - 06:24 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Berikan Sambutan HBN 2024 (MNCTrijaya)

Jakarta-  Industri batik Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan sebagai warisan budaya yang diakui dunia. Dengan keunikan motif, teknik, dan makna filosofis, batik bukan hanya identitas bangsa, tetapi juga pendorong ekonomi kreatif.

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional (HBN) pada 2 Oktober 2024, Kementerian Perindustrian bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI) menggelar serangkaian acara di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Mengusung tema “Bangga Berbatik,” acara ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan batik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi konsistensi YBI dalam melestarikan dan mempromosikan batik,

“Promosi batik terutama melalui penekanan pada Batik Tulis Gedhog Tuban yang menjadi fokus tahun ini,” ujar Agus Gumiwang, dalam sambutan Pembukaan Hari Batik Nasional (HBN)  di Jakarta, Rabu (2/10).

Namun, ia juga mencatat tantangan yang dihadapi industri batik, termasuk penurunan permintaan di pasar ekspor.

“ Nilai ekspor yang tercatat mencapai USD 8,33 juta hingga triwulan II 2024, turun 8,29 persen dibanding tahun lalu,” ungkapnya.

Meskipun demikian, peningkatan minat generasi muda terhadap batik memberikan harapan bagi masa depan industri ini.

"Kemenperin berkomitmen untuk menumbuhkan industri batik melalui berbagai program, termasuk diskusi kelompok, pelatihan wirausaha, dan dukungan teknis," tegas Agus.

Dalam hal perlindungan komoditas, Batik Tulis Gedhog Tuban akan diajukan untuk mendapatkan perlindungan Indikasi Geografis (IG). Kemenperin juga mendorong pelaku industri untuk bertransformasi menuju industri 4.0, memanfaatkan teknologi digital untuk efisiensi operasional.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita menambahkan bahwa pihaknya memfasilitasi berbagai kegiatan dalam rangka HBN, termasuk pameran dan pendampingan produksi. 

“Dengan harapan, kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan dan kesadaran masyarakat terhadap potensi batik Indonesia di pasar lokal dan internasional,” harapnya.